Renungan SBP | Kamis, 18 Oktober 2018

Renungan SBP | Kamis, 18 Oktober 2018

MINGGU XX SES. PENTAKOSTA
KAMlS,18 OKTOBER 2018
Renungan Pagi
KJ.432 : 1 –Berdoa

SUKACITA PELAYANAN KASIH

2 Korintus 8: 16 – 19
…Ia juga telah ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk menemani kami dalam pelayanan kasih ini, yang kami lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami. (ay.19b)

Uang konon lebih sakti daripada persahabatan dan persaudaraan. Banyak orang yang lebih mementingkan uang dari persehabatan dan persaudaraan. Saudara dekat bisa baku sikat karena uang. Sahabat sejati bisa makan hati karena hutang yang tidak dibayar-bayar. Apalagi, banyak orang mengeluhkan, yang berhutang kadang jauh lebih galak dibanding yang nagih hutang. Uang tidak salah, namun manusia sebagai pengguna uang seringkali uang jadi sumber masalah.

Paulus menyadari betul keadaan ini. Dalam upaya untuk mengumpulkan bantuan bagi jemaat di Yerusalem, Paulus menerima banyak bantuan. Namun, Paulus tidak mengelolanya sendiri. Ada Titus dan seorang pelayan lain (tidak disebutkan namanya) dilibatkan dalam pelayanan kasih ini (ay. 18-19). Dari Paulus kita belajar
betapa pentingnya fungsi kontrol dalam pelayanan. Namun, fungsi kontrol ini haruslah berlandaskan kasih. Jangan karena kita jadi Bendahara PHMJ mendadak jadi galak bukan main! Atau setelah diangkat jadi anggota BPPJ mendadak jadi judes kalau sudah bicara tentang uang! Tetaplah berhikmat dalam melakukan fungsi kontrol. Libatkanlah Tuhan karena uang itu milik Tuhan, bukan milik perorangan. Dengan hikmat Tuhan, Ia dapat memakai kita untuk menjadi saluran berkat dengan tanggung jawab besar yang kita emban. Di sisi lain, sebagai anggota warga jemaat, kita juga perlu terus menopang para pengelola keuangan jemaat. Kiranya mereka
tetap diberkati dan diberi sukacita kasih saat mengelolanya.

Dengan demikian, uang yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk memuliakan Tuhan. Jadi, jika sekarang kita sedang makan hati karena ada penyelewengan dana yang terjadi dalam jemaat, doakanlah para pengelola keuangan dalam doa harian atau dalam doa syafaat di setiap ibadah yang dilaksanakan. Semoga jemaat kita tidak hancur melainkan semakin makmur karena uang yang Tuhan berikan benar-benar menjadi berkat untuk pelayanan di tengah jemaat. Semoga jemaat kita tidak baku pukul karena uang tapi justru semakin erat merangkul karena dalam kebersamaan, berkat Tuhan pasti semakin melimpah. Semoga …..

KJ.432 : 2
Doa : (Ya Tuhan, berkatilah pelayanan kami agar selalu dilingkupi oleh cinta kasih yang sejati)

Read More

Renungan SBU | Rabu, 17 Oktober 2018

Renungan SBU | Rabu, 17 Oktober 2018

MINGGU XX SES. PENTAKOSTA
RABU, 17 OKTOBER 2018
Renungan Pagi
KJ.433 : 1 –Berdoa

SUKACITABERBAGI

2 Korintus 8:1-9
…. ..meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan (ay.2b)

Terinspirasi oleh pepatah China, Habsari Budhi Utami bersama temannya, Sonnie Wicaksono, sepakat mendirikan Warung Ikhlas. Tujuannya hanya satu, ingin berbagi dengan sesama dan menjadikan hidup lebih bermanfaat. Pepatah itu sendiri berbunyi: “Jika Anda menginginkan kebahagiaan selama satu jam, tidur sianglah. Jika Anda menginginkan kebahagiaan untuk satu hari, pergilah memancing. Jika Anda menginginkan kebahagiaan selama satu tahun, warisilah kekayaan. Jika Anda menginginkan kebahagiaan seumur hidup, bantulah seseorang. “ide Warung ikhlas tercetus pada 2012. Pada Februari 2013, Warung lkhlas mulai beroperasi. Setiap hari, 250 nasi bungkus dijual seharga Rp 2.000 kepada para pemulung sampah dan keluarganya di 6 lokasi penimbunan sampah. Total dalam setahun terdistribusi sebanyak 75.000 bungkus.” lni merupakan capaian yang luar biasa*. Dari kisah ini kita bisa melihat bahwa berbagi atau memberi tidak akan membuat seseorang menjadi miskin atau berkekurangan. Justru ada sukacita yang melimpah-Iimpah saat kita memberi. Hal yang sama terlihat dalam perikop firman Tuhan yang kita renungkan hari ini. Jemaat-jemaat Makedonia adalah jemaat yang SANGAT MISKIN, namun mereka KAYA dalam kemurahan (ay. 2). Tidak hanya memberi menurut kemampuan, mereka juga memberi MELAMPAUI kemampuan.

Ini sesuatu yang tidak mudah karena pasti ada pengorbanan. Sungguh, teladan yang patut kita tiru. Jadi, sudahkah kita berbagi hari ini? Mungkin, tidak hanya materi, kita dapat berbagi kasih, perhatian dan banyak hal yang bisa jadi lebih bernilai dari harta semata. Tidak usah menunggu saat berkelimpahan untuk berbagi karena manusia biasanya susah untuk merasa cukup. Oleh karena itu, daripada kita diperbudak dengan perasaan tak
pernah puas, mulailah untuk bersyukur dan berbagi. Apakah kita berkekurangan dalam kelimpahan atau berkelimpahan dalam kekurangan, tentu kita sendiri yang akan memilih dan memutuskan.
Selamat memilih!

KJ.433 : 2
Doa : (Ya Tuhan, kiranya kemurahan hati Engkau anugrahkan dalam kehidupan kami sehingga kehidupan ini menjadi berarti)

Read More