Renungan SBU | Selasa, 07 Mei 2019

Renungan SBU | Selasa, 07 Mei 2019

MINGGU II SESUDAH PASKAH
SELASA, 7 MEI 2019
Renungan Pagi
GB.86 : 1 –Berdoa
MAKAN KENYANG, TIDUR TENTRAM

lmamat 26:3-8
Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur.  (ay.5)

Kesetiaan kepada Allah mendatangkan jaminan hidup yang diberkati. Allah tidak bermain-main dengan janji-Nya. Masa depan bangsa lsrael sepenuhnya sejahtera dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Pengajaran untuk hidup dalam kekudusan menjadi pentlng karena godaan dan tantangan yang dapat melunturkan percaya mereka kepada Allah Bapa Mahakuasa.

Persoalan dalam hidup manusia ialah ketersediaan materi bagi masa depan keluarga. Misalnya, pekerjaan dengan gaji memuaskan, makanan yang sehat dan berkualitas serta tempat tinggal yang nyaman dan aman. Beragam cara dilakukan manusia guna mendapatkan lmpian dan harapan tentang kehidupan yang berkualitas. Bangsa lsrael dapat mengalami kehidupan yang sempurna jika mereka memiliki hubungan yang lntim dengan Tuhan. Mereka tidak menyembah berhala, memelihara hidup ibadah yang benar, selalu bersyukur kepada Allah di tempat kudus-Nya serta berperilaku sesuai kebenaran firman-Nya. Tuhan tidak memerintahkan kepada bangsa lsrael melakukan hal-hal yang sukar dikerjakan. Semua itu dapat dilakukan selama mereka mengasihi Tuhan dan mengerjakan kehendak-Nya.

Sekarang ini, keinginan manusia tak terkendali sehingga untuk mendapatkannya waktu ibadah ditinggalkan. Manusia bekerja dan bekerja untuk mendapat keinginannya. Sebagai umat Tuhan, hendaknya kita dapat menahan diri dari sikap tamak yang mengakibatkan waktu ibadah lenyap dan persekutuan dengan Tuhan menjadi langka. Apa artinya, jika harta berlimpah namun anak-anak kita jatuh dalam dunia narkoba dan tenggelam dalam keputusasaan Apa artinya?, rumah besar dengan tingkat keamanan maksimal, tetapi gelisah dan tidak bisa tidur sebab banyak beban berat yang dipikirkan? Sudah seharusnya kita menjalani kehidupan yang normal; kehidupan yang berpadanan dengan kehendak Allah. Prioritaskan Tuhan, maka kita dapat menikmati kehidupan yang diberkatl.

GB.86 : 2
Doa : (Kami bersyukur di dalam kasih Yesus yang telah menyediakan berkat dengan limpah sehingga kami dapat makan secukupnya dan beristirahat dengan tenteram)

MINGGU II SESUDAH PASKAH
SELASA, 7 MEI 2019
Renungan Malam
GB.207 : 1,3 –Berdoa


TERLEPAS DARI BEBAN BERAT SELAMANYA

lmamat 26 : 9 – 13
“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak.” (ay.13)

Karya pembebasan Allah merupakan karya keselamatan yang menjadi bukti pertolongan Allah bagi bangsa Israel. Perbudakan di Mesir menjadi pengalaman buruk dan tak terlupakan. Mereka dibebani dengan tanggungjawab kerja yang melelahkan dan mencelakakan. Mereka tidak memperoleh imbalan memadai; diperlakukan di luar batas kemanusiaan. Mereka tidak bisa menjalani kehidupan keluarga yang menggembirakan dan kehilangan waktu beribadah. Segala beban itu terlepas ketika Tuhan campur tangan dengan cara-Nya yang ajaib.

Penegasan kehadiran Allah yang membebaskan menjadi penting bagi bangsa Israel. Kehidupan mereka berubah dengan segala kesempatan yang terbuka luas. Kebebasan mereka bukan karena kemampuan mereka memperjuangkannya, tetapi semata anugerah Allah. Allah mengutus dan memperlengkapi Musa dan Harun sebagai alat yang dipakai menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya. Beban kerja dan segala intimidasi yang diibaratkan dengan ‘kuk kayu‘ sudah dipatahkan. Mereka tidak lagi berjalan sebagai orang upahan atau budak kasar. Mereka memperoleh martabat kemanusiaan penuh sebagai bangsa merdeka. Tuhan telah melepaskan mereka dari penderitaan panjang di Mesir untuk berangkat ke tanah yang dijanjikan; tanah yang diberkati; tanah yang berlimpah susu dan madu. Allah setia atas perjanjian-Nya sehingga bangsa Israel tidak dilupakan dan dibiarkan dalam kesengsaraan selamanya. Karya keselamatan Allah, kita alami dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus. Dilepaskan kita dari kekuatiran hidup dan murka Allah yang menghukum dosa manusia. Tuhan Yesus menjadi jaminan penuh untuk kehidupan sejahtera dan masa depan bahagia. Kita menjalani kehidupan dari pagi sampai tiba malam dalam penyerahan diri pada pertolongan Tuhan. Kita pasti mengalami pelbagai mujizat yang menjadikan kita berhikmat dalam mengambil keputusan dan bekerja dengan rasa syukur yang melimpah.

GB.207: 4,5
Doa : (Kami percaya kasih Tuhan beserta kami dalam tantangan dan pencobaan hidup sehingga kami tetap dapat bersyukur dan memuji Tuhan yang telah melakukan perkara ajaib)

Read More

Renungan SBU | Senin, 29 April 2019

MINGGU I SESUDAH PASKAH
SENIN, 29 APRIL 2019
Renungan Pagi
GB.113 I 1 –Berdoa
TEGORLAH JIKA BERBUAT DQSA!

Matius 18 : 15 – 20
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. ….(ay.15)

Yesus mengajarkan murid-murid-Nya agar menegor mereka yang berbuat dosa. Dosa apakah itu tidak disebutkan Yesus. Jelasnya dosa menurut Perjanjian Baru adalah warisan Perjanjian Lama yang mendatangkan kematian. Namun melalui Yesus maut dan kematian dimenangkan oleh kebangkitan-Nya ! Karena itu Yesus tidak menghendaki pengikut-Nya berbuat dosa Iagi. Maka tegorlah ! Ada tahapannya ketika murid-murid-Nya menegor mereka yang berbuat dosa. Yakni, empat mata atau “facetoface” tidak melibatkan pihak yang lain. Jika belum berhasil yang bersangkutan mengakui dosanya maka bawalah pihak ke tiga atau tiga orang. Apabila yang bersangkutan tetap menutup diri sam paikanlah secara apa adanya, terbuka kepada persekutuan umat. Kemudian yang bersangkutan tetapjuga tidak mengakui dosanya dan mohon am pun kekeliruan-nya. Maka pandanglah dia tidak mengenal Allah seperti pemungut cukai yang menghianati dan dianggap najis oleh bangsa serta agamanya.

Sepertinya Yesusjuga memberi wewenang dan tanggung jawab bagi murid-murid-Nya. Dalam perkara mengampuni atau sebaliknya. Sebab permohonan yang sungguh dan benar dari para pengikut-Nya akan dikabulkan Allah Bapa di sorga. Oleh karena itu marilah kita sebagai umat Yesus Kristus saling menegor dan mengingatkan satu dengan Iainnya dengan penuh kasih sayang. Serta terbuka kepada-Nya untuk mohon am punjika kita berbuat dosa.

GB.118 : 2
Doa : (Tuhan Yesus ajarilah kami untuk saling menegor, mengingatkan satu tethadap Iainnya serta mohon ampun jika berdosa kepada-Mu dan sesama)

MINGGU I SESUDAH PASKAH
SENIN, 29 APRIL 2019
Renungan Malam
GB.32 : 1 –Berdoa


TAK HABIS-HABIS MENGAMPUNI

Matius 18 :21 – 22
Yesus berkata kepadanya : “Bukan! Aku berkata kepadamu :  (ay.22)

Ajaran Yesus mengenai hal mengampuni melampaui apa yang dipahami Petrus. Tradisi dan norma baku untuk mengampuni bagi Petrus bertitik tolak dari perhitungan angka yang penuh dan sempurna, yaitu 7 (Tujuh). Yesus menegaskan kepada Petrusjika ada orang berdosa mohon ampun dosanya bukan hanya tujuh kali. Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh ka|i.” Artinya Petrus dan murid-murid Yesus lainnya hendaknya tidak habis-habisnya mengampuni orang Iain yang berdosa.

Dalam proses saling mengampuni sesama Yesus mengajarkan kita agar tidak menggunakan standard dan norma yang terbatas. Biarlah antar sesama umat kita saling mengampuni di setiap saat dan waktu. Mengingat disadari atau tidak setiap saat dan waktu kita bisa saja melakukan dosa kesalahan terhadap Tuhan serta sesama. Sehingga saling mengampuni dan memaafkan bagi kita tak hanya terbatas pada peristiwa tertentu saja. Misalnya tidak terbatas pada waktu Natal dan Tahun Baru atau Paskah saja. Bahkan bukan hanya di saat kita beribadah pada hari Minggu atau ibadah lainnya.

Begitu indah, rukun bila kita selalu saling memaafkan serta bertegur sapa dengan hati ikhlas, tulus dan jujur. Orang yang berjiwa besar dan satria bila dia berani mengaku dosa esalahannya serentak terbuka, rela hati memaakan sesama. Tidak ada seorang pun yang sempurna tak terkontaminasi dosa dan kesalahan dalam hidupnya. Yang sem puma dan tak berdosa hanyalah Yesus Tuhan Juruselamat. Dialah yang sempurna mengampuni segala dosa kesalahan kita umat-Nya.

GB 32 ; 2
Doa : (Tuhan rukunkanlah kami dalam indahnya hidup saling mengampuni mengasihi satu dengan lainnya)

Read More