Renungan SBU | Kamis, 15 November 2018

Renungan SBU | Kamis, 15 November 2018

MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA .
KAMIS, 15 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ.429 : 1 –Berdoa

SALING MERAWAT DAN MEMPERHATIKAN

Efesus 5:22-30
“…tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat” (ay. 29)

Aristoteles menyebut manusia sebagai zoon politicon atau makhluk sosial yakni manusia yang bermasyarakat. Hal yang hampir mirip dikemukakan oleh Adam Smith dengan menyebut manusia homo homini socious yang berarti manusia sahabat bagi manusia lainnya. Sementara itu, pendapat umum mengemukakan bahwa sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri. Ia membutuhkan manusia lainnya, bahkan bergantung padanya serta membangun hubungan timbal balik di dalamnya.

Bacaan firman TUHAN saat ini mengemukakan tentang hubungan antar manusia, antar suami istri yang dibangun dalam kesadaran pada hubungan antara Kristus dengan jemaat-Nya yang berlandaskan kasih: “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya ” (ay.29-30)

Hal ini hendak menegaskan bahwa sebagaimana hubungan yang terjalin antara Kristus dengan jemaat-Nya yang penuh cinta kasih, maka demikian adanya hubungan sebuah keluarga Kristen, antara suami-istri, orang tua dan anak-anak, bahkan sebagai sebuah keluarga dan jemaat hendaklah membangun hubungan yang berlandaskan kasih.

Kasih yang ditunjukkan melalui sebuah perbuatan nyata, yakni dengan saling memperhatikan, merawat dan memelihara agar hubungan yang terjalin dapat terus berlangsung serta membuahkan sukacita dan damai sejahtera TUHAN kedalam kehidupan bersama ditengah keluarga, jemaat dan masyarakat. Hal ini wujud perbuatan baik yang akan meminimalisir, bahkan menghilangkan sekat-sekat dan berbagai halangan di dalam membangun hubungan sebuah jemaat dan keluarga Kristen.

KJ. 429 : 2
Doa : (TUHAN, mampukan kami membangun hubungan suami dan istri dengan saling merawat dan memperhatikan)

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018
Renungan Malam
KJ 451 : 1 –Berdoa

TELADAN KRISTUS

Efesus 5:31-33
“Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat” (ay.32)

Banyak orang mengatakan bahwa kehidupan sebuah perkawinan tidak seindah ketika masih pacaran. Pernyataan ini hendak menjelaskan, salah satunyaa betapa sulit menjalani kehidupan sebuah ruah tangga, khususnya dalam membangun relasi antara suami dan istri yang memiliki begitu banyak perbedaan, baik dalam sudut pandang maupun dalam tindakan, terlebih dalam mengambil sebuah keputusan. Perdebatan dan perselisihan seolah menjadi santapan tetap dalam mengarungi bahtera rumah tangga (hubungan suami-istri). Sebagian orang menyebutnya sebagai “bunga-bunga dalam rumah tangga”, tetapi bukankah bunga itu sedap dan harum? Sementara keributan dan perselisihan tidaklah sedap dan harum, ironis.

Bacaan firman TUHAN saat ini mengemukakan tentang hubungan Kristus dan jemaat sebagai teladan bagi hubungan suami-istri “Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat” (a)/.32). Pesannya adalah sebagaimana Kristus rela berkorban bagi manusia dan jemaat-Nya sebagai pernyataan dan tindakan kasih-Nya, demikian juga hendaknya suami-istri bersedia memberi diri untuk saling mengasihi.

Sebagaimana Kristus selalu peduli dan memperhatikan kehidupan jemaat-Nya, demikian halnya suami dan istri hendaklah saling peduli dan memperhatikan. Sebagaimana Kristus menjadi contoh atau teladan dalam kehidupan pelayanan jemaat, demikian halnya suami dan istri harus menjadi contoh atau teladan dalam kehidupan sehari-hari. Hal yang paling penting, sebagaimana Kristus mengampuni dosa dan kesalahan umat-Nya, demikian juga suami dan istri hendaklah saling mengampuni, karena dengan mengampuni, akan ada sukacita dan damai sejahtera dalam kehidupan rumah tangga

451 : 2
Doa : (TUHAN, mampukan kami membangun hubungan suami-istri dengan mencontoh atau meneladani Tuhan Yesus Kristus)

Read More

Renungan SBU | Kamis, 08 November 2018

Renungan SBU | Kamis, 08 November 2018

MINGGU XXlll SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 8 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ.426:1 –Berdoa

PEMBAWA PESAN TUHAN

Daniel 5:1-12
“Karena pada orang itu terdapat roh yang Iuar biasa dan pengetahuan dan akal budi…” (ay.12)

Belsyazar raja Babel hidup dalam pesta pora dan kemabukan. Raja berpesta adalah wajar, tetapi menjadi tidak wajar bila berpesta pora dan mabuk-mabukkan dengan mempergunakan perkakas Rumah Tuhan. Perkakas diambil dari Bait Suci di Yerusalem oleh Nebukadnezar, ayah Belsyazar, sebagai rampasan perang, ketika Israel ditaklukkan bangsa Babel dalam peperangan. Dengan dibawanya perkakas Rumah Tuhan ke Babel, ini menjadi simbol kekalahan Israel atas Babel. Apa yang dilakukan Belsyazar adalah suatu kekejian dan pelecehan terhadap Tuhan. Belsyazar dihukum Tuhan karena kejahatannya. Penghukuman terhadap Belsyazar diberitahukan melalui tulisan pada dinding istana.

Di saat raja sedang berpesta, “Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu” (ay.5). Reaksi raja ditulis demikian, “Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi
pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukkan” (ay.6). Dalam ketakutannya yang luar biasa raja meminta supaya semua orang bijaksana di Babel dapat memberitahukan kepadanya apa arti tulisan tersebut, tetapi tidak seorangpun dapat rnengartikannya. Diberitahukan kepada raja bahwa di Babel ada seorang yang
memiliki roh yang luar biasa, pengetahuan dan akal budi. Orang itu dapat menerangkan arti mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan. Namanya Daniel. Daniel dipanggil raja untuk memberitahukan kepadanya makna dari tulisan pada dinding istana. Hanya Daniel yang dapat mengartikan tulisan itu, karena Roh Allah ada padanya.

Tidak seorangpun dapat mengetahui rahasia Allah. Allah terlalu luar biasa besarnya untuk dapat dengan mudah dipahami manusia. Namun, jika Tuhan berkenan atas seseorang maka melalui penelongan Roh-Nya manusia dapat menyelami rahasia Allah.

KJ.426 : 4
Doa : (Ya Tuhan, layakkanlah kami bagi-Mu dan pakailah hidup kami menyatakan maksud-Mu bagi dunia ini)

Read More