Renungan SBU | Senin, 10 Desember 2018

Posted by on Dec 10, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Senin, 10 Desember 2018

MINGGU ADVEN II
Senin, 10 DESENIBER 2018
Renungan Pagi
KJ.260:1 –Berdoa.

MASIHKAH INGIN HIDUP KEKAL?

Markus 10:17-20
Guru yang baik, ape yang harus kuperhuat untuk mcmpernlah hidup yang kekal? (ayt 17)

Apakah kita masih rnenginginkan hidup yang kekal? Sebuah jawaban ekstrim tertulis dalam majalah bagi perempuan, katanya saya ingin agar setelah mati, tak ada lagi yang tersisa. Seluruh hidupku telah berakhir. Titik. Jawaban ekstrim lain justru menyatakan bersedia melakukan apa pun asal memperoleh hidup yang
kekal. Intinya, dapat masuk ke dalam surga setelah mati. Jawaban ini menjadi popular seiring dengan berkembangnya paham terorisme atau radikalisme berbasis agama dan banyaknya teroris tersebar ke banyak negara.

Orang muda yang datang kepada Tuhan Yesus mau memastikan bahwa ia pun akan memperoleh hidup yang kekal. Ia tahu tentang dirinya, ia telah memenuhi sernua hukum Tuhan. Ia tak pernah melanggarnya sekali pun. Ia tidak pernah membunuh, berzinah, mencuri, mengucapkan saksi dusta, mengurangi hak orang lain, dan selalu rnenghormati ayah dan ibunya. Ia telah sempurna menurut versi Farisi. Apa sebabnya ia masih datang kepada
Yesus Kristus? ia hendak mendapatkan pengakuan dari Yesus Kristus. Entah siapa baginya Yesus Kristus tak jelas.  Nabi atau Rabi? Mungkin saja. Bukan itu yang diperlukannya. Ia inginkan semacam rekomendasi verbal dari Yesus Kristus.

Semua kesalehannya itu, bagi Tuhan Yesus ternyata didasarkan atas motivasi berbangga telah marnenuhi persyaratan kesalehan umum. Tolak ukur demikian tidak sesuai dengan keinginan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mempertanyakan motivasi kesalehan kita. Bila sekadar berbangga diri, bertobatlah, sebab Tuhan pasti menolak kita. Hidup kekal pasti mimpi saja. Periksalah rnotivasi kesalehan kita masing-masing. Kesalehan sejati adalah rnenjadi manusia baru dan rnenyaksikan pernbaruan itu kepada dunia.

Datanglah kepada Tuhan Yesus agar memperoleh motivasi kesalehan yang murni dan menjadi berkat bagi sesama, suatu kesalehan umum bagi kebaikan umum.

KJ.260 : 2
Doa: (Ajarlah kami melakukan perjuangan dan perlawanan terhadap yang jahat)

Senin, 10 DESENIBER 2018
Renungan Malam
KJ 276:1,2 –Berdoa

MOTIVASI KESALEHAN YANG SALAH

Markus 10:21-27
….”Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi hukan demikian bagi Allah…” (ay.27)

Tuhan Yesus menghadapi dengan penuh kasih orang muda yang berpikir bahwa ia telah memenuhi tolok ukur kesalehan umum. Pasti beda dengan kita bukan, tatkala kita berhadapan dengan orang yang demikian. Dalam kasih-Nya Tuhan Yesus mendobrak kebanggaannya dengan menantang motivasi kesalehan orang muda itu. Tuhan merumuskan terlebih dahulu dalil umurn tentang posisi orang muda itu. Dalil itu juga berlaku bagi kita semua. Tuhan berkata : “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Sebelum Tuhan Yesus merumuskan tantangan-Nya kepada orang muda itu, Tuhan sudah membuat kesimpulan yang tak dapat dibantah oleh siapa pun.

Sernua orang menginginkan kehidupan kekal sebagai imbalan atas kesalehannya di dunia. Dalam versi Farisi tentu disediakan banyak jalan pemaafannya. Tuhan berkata langsung menembus inti pertahanan kesalehan orang muda itu. Kata-Nya, hanya satu kekuranganmu, pergilah, juallah apa yang kau miliki, dan berikanlah
kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari, ikutlah Aku”. Inilah halangan utama bagi orang muda itu, ia sangat mencintai hartanya. Ia ingin masuk surga lengkap dengan kebanggaan materi yang ia miliki. Suatu kebanggaan dan prestasi yang lengkap yang memperoleh
pengakuan umum atasnya.

Mari cepat menelaah diri kita. Uang hanya mewakili semua kebanggaan yang masih kita miliki dan yang sedang kita pamerkan di ruang-ruang kehidupan berjemaat dan kehidupan umum di rnana kita berada. Ya di Gereja, ya di Masyarakat. Di situiah Pameran Kesalehan Pribadi dalam banyaknya pencapaian yang kita raih
terlukis dengan megahnya. Mari kita temukan sendiri kebanggaan-kebanggaan pencapaian kita rnasfng-masing. Uang, dan harta, nama baik, kehormatan ilmiah, kehorrnatan umum, semua pancapaian terkemuka, catatlah semua itu. buatlah daftarnya lalu perihatkan kepada Tuhan Yesus. Beranikah kita menghapusnya?

GB.276 ; 3
Doa : (Jangan biarkan kami menganggap diri paling benar dan  baik, bentuklah kami meninggalkan manusia lama kami dan tidak menjadi sama dengan dunia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.