Renungan SBU | Senin, 14 Januari 2019

Posted by on Jan 14, 2019 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Senin, 14 Januari 2019

MINGGU I SESUDAH EPIFANIA
SENIN, 14 JANUARI 2019
Renungan Pagi
KJ.355:1 –Berdoa

SEMANGAT MEMANFAATKAN KARUNIA ROHANI DEMI MEMBANGUN JEMAAT KRISTUS

1 Korintus 14:10-12
Demikian pula dengan kamu : Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun jemaat (ay.‘12).

Menurut hasil riset ethnologue, organisasi yang mempublikasikan riset tentang bahasa-bahasa di dunia, saat ini ada sebanyak
7.099 bahasa hidup (aktif digunakan) diseluruh dunia. Secara khususa di Indonesia, saat ini ada sebanyak 707 bahasa hidup, yang
masih aktif digunakan di seluruh wilayah Indonesia. Bahasa adalah alat kemunikasi penting bagi manusia. Ketidak jelasan dalam menggunakan bahasa bisa menimbulkan kesalahpahaman yang pada gilirannya akan memicu pertikaian, perpecahan bahkan kehancuran.

Dalam pembacaan Alkitab hari ini, Paulus kembali menggunakan analogi (kiasan) untuk menjelaskan efektifitas penggunaan karunia
berbahasa roh di dalam pertemuan jemaat dan ibadah. Kali ini, ia menggunakan analogi tentang bahasa sebagai alat komunikasi.
Paulus mengetahui bahwa ada banyak jenis bahasa yang ada di dunia. Dan ia meyakini dengan pasti bahwa tidak ada satu pun
bahasa yang tidak mempunyai bunyi yang berarti. Kalau ada orang yang menyampaikan suatu bahasa kepada orang lain, namun orang
lain yang mendengar tidak bisa mengerti, maka orang yang menyampaikan akan menjadi orang asing bagi si pendengarnya, demikian juga sebaliknya.

Melalui analogi tersebut, Rasul Paulus sebenarnya mau mempertegas kembali ketidak efektifan penggunaan bahasa roh dalam
pertemuan jemaat dan ibadah. Menurutnya, bahasa roh hanya berguna untuk membangun diri sendiri. Padahal ia berulangkali rnenggaris bawahi bahwa karunia-karunia Roh Kudus harus dipergunakan membangun Jemaat (ayat 12).

Banyak karunia rohani yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap orang percaya, rnisalnya : menulis, rnengajar‘ bernyariyi, bermusik,
dsb. Ketika kita akan mengawali aktifitas kita di hari ini, Firman Tuhan rnengingatkan agar kita senantiasa menggunakan karunia
rohani yang sudah dianugerahkan Roh Kudus, bukan untuk menunjukkan kehebatan diri kita, melainkan membangun Jemaat
Tuhan. Layanilah Tuhan dengan karunia rohani yang diberikan-Nya kepada kita.

KJ. 357:1,2
Doa : (Ya, Tuhan terima kasih untuk karunia Roh yang Engkau anugerahkan kepada kami. Ajar kami untuk menggunakan karunia Roh tersebut untuk membangun jemaat-Mu)

MINGGU I SESUDAH EPIFANIA
SENIN, 14 JANUARI 2019
Renungan Malam
KJ.365c : 1,2 –Berdoa

BERIBADAH DENGAN ROH DAN AKAL BUDI

1 Korintus 14:13-17
Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, telapi aku juga akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” (ay.15).

Dua hal penting yang mau ditekankan Paulus di ayat 13-17, yaitu : pertama, orang yang menggunakan bahasa roh harus berdoa
supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. Kata “menafsirkan” harus dipaharni dalam arti pertama menyampaikan inti dan makna berita dari bahasa roh yang diucapkan, dalam bahasa yang jelas dan bisa dimengerti sehingga dengan demikian jemaat dibangun. Jika tidak, maka adalah lebih baik jika jemaat berdiam diri (14 : 28);

kedua, Paulus hendak menekankan pentingnya menggunakan roh, dan juga akal budi di saat berdoa, bernyanyi, memuji Tuhan dan rnengucap syukur. Jika doa, nyanyian pujian, ucapan syukur yang dilakukan dalam ibadah hanya menggunakan roh, dan mengabaikan penggunaan akal budi, maka ibadah yang dilakukan akan menjadi ibadah yang tidak tertib dan kacau (ay.17).

Sebagian orang Kristen ada yang berpendapat bahwa kegiatan ibadah ritual adalah urusan rohani, bukan urusan akal budi. Paulus
mengingatkan bahwa roh, dan juga akal budi harus digunakan ketika kita rnelaksanakan kegiatan ibadah ritual saat berdoa, bernyanyi, memuji Tuhan dan mengucap syukur. Bahkan ketika kita membaca dan mandengar Firman Tuhan pun kita harus menggunakan akal budi. Mengapa kita juga perlu menggunakan akal budi saat mendengar Firman Tuhan? ingat, bahwa Tuhan menaruh Firman-Nya dalam akal budi umat-Nya (lbr. 8:10 b). Jika Tuhan menaruh Firman-Nya dalam akal budi kita, niscaya akal budi kita akan diterangi Firman-Nya. Kalau akal budi kita diterangi oleh Firman Tuhan, maka Firman Tuhan itu akan terwujudnyata dalam sikap, dan perilaku hidup kita, sehingga kehidupan kita menjadi berkat bagi sesama.

KJ.365c:4,5
Doa : (Ya Tuhan, ajar kami menggunakan roh dan juga akal budi kami dalam melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan di
tengah keluarga, gereja dan masyarakat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.