Renungan SBU | Selasa, 18 Ferbuari 2019

Posted by on Feb 19, 2019 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Selasa, 18 Ferbuari 2019

MINGGU VI SESUDAH EPIFANI
SELASA, 19 FEBRUARI 2019 
Renungan Pagi
GB 118:1 –Berdoa


JAMINAN JANJI TUHAN


Yosua 3:7-13
supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau. (ay 7b)

Salahkah jika kita menilai tipe kepemimpinan dua orang pendeta di Jemaat‘? Tidak salah! Mengapa? Sebab pendeta memiliki karakter, pembawaan dan kapasitas yang tidak sama, saling berbeda. Jika perbedaan ini dipahami, Jemaat akan aman. Kalau tidak, akan mudah menyulut konflik di Jemaat. Telah terjadi penggantian pemimpin Israel dari Musa kepada Yosua dalam kisah perikop nas pagi ini. Keduanya memiliki karakter, pembawaan dan kapasitas berbeda. Sementara itu telah terjadi alih generasi dalam lingkungan yang berbeda pula. Namun diatas keberbedaan ini Tuhan memanggil dan mengutus baik Musa maupun Yosua serta menyatukan mereka dalam misi pembebasan dan penyelamatan umat-Nya dari Mesir ke Kanaan.

Lihatlah! Allah membesarkan nama Yosua sama dengan pendahulunya Musa. Allah bertindak mengeringkan sungai Yordan di masa Yosua memimpin Israel memasuki tanah Kanaan, sama dengan tindakan-Nya mengeringkan laut Teberau pada masa Musa memimpin umat keluar dari Mesir, Allah yang berjanji, adalah juga Allah yang mewujudkan janji-Nya. Sesulit apapun perjalanan umat menghadapi rintangan suku-suku di negeri Kanaan, Tuhan tetap hadir mengisi jalur perianjian-Nya sejak dari Mesir. Janganlah terpaku pada perbedaan keragaman umat. Jangan terusik oleh perbedaan karakter dan kapasitas pendeta. Genggamlah panggilan dan pengutusan Tuhan yang tidak berubah dalam dunia yang selalu berubah.

GB.118:3
Doa: (Walaupun sulit jalannya hidup keiuarga dan gereja masa kini, tetaplah Tuhan, dampingi dan tolonglah kami berjalan bersama-Mu)



MINGGU VI SESUDAH EPIFANI
SELASA, 19 FEBRUARI 2019 
Renungan Malam
GB.205:1 –Berdoa


PERISTIWA DI SUNGAI YORDAN


Yosua 3:14-17
— sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai —   (ay.15)

Paling tidak ada empat bentuk kerjasama. 1. Kerjasama antara manusia demi Allah. 2. Kerjasama manusia dangan Allah demi makhluk Iain. 3. Kerjasama manusia dengan makhluk lain bagi Allah. 4. Kerjasama Allah dengan makhluk lain demi manusia. Dalam penjabarannya mungkin saja kerjasama tersebut menjadi suatu diskusi panjang bahkan bisa berkembang kearah perdebatan hangat dan menarik.

Mari kita fokus hanya pada aspek ke-4 yaitu kerjasama Allah dengan makhluk lain demi manusia berdasarkan topik perikop Alkitab malam ini. Adakah hadir tokoh-tokoh di atas‘? Ya, ada! manusia, makhluk ciptaan lain dan Allah. Nampak kerjasama di antara manusia yakni umat Israel, para imam dan pemimpin Yosua. Kerjasama manusia dengan Allah yakni kepatuhan Yosua, para imam dan umat Israel pada Allah. Kerjasama Allah dan lingkungan, yakni ketika kuasa Allah tampak atas sungai Yordan yang berubah kering saat diinjak para imam ketika memasuki lanah perjanjian-Nya.

Peristiwa penyeberang an di sungai Yordan kembali menunjukkan kepada kita tentang alam yang tunduk pada Tuhan dan kehendak-Nya. Sehubungan dengan kenyataan tersebut kita dipanggil berdamai dengan lingkungan hidup. dengan Allah dan antar sesama kita demi memuliakan Allah Bapa di surga dan membawa sejahtera bagi manusia dan lingkungannya. Bertambahnya siklus bencana alam dewasa ini mendorong kita makin membina kebersamaan seutuhnya dan saling menolong sebagai ungkapan penyembahan yang benar bagi Allah Bapa.

GB 205:4
Doa : (Ajari kami mengenal dan memahami keagungan-Mu Tuhan, menata hidup manusia dan lingkungannya! demi kemuliaan Tuhan dan martabat kemanusiaan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.