Renungan SBU | Rabu, 06 Ferbuari 2019

Posted by on Mar 6, 2019 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Rabu, 06 Ferbuari 2019

RABU, 6 MARET 2019
Renungan Pagi
KJ 421:1 –Berdoa

MINGGU VIII SESUDAH EPIFANIA


YONATHAN BERSAHABAT DENGAN DAUD

1 Samuel 18:1-4
Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri.  (ay 3)

Yonathan mengikat perjanjian persahabatan dengan Daud karena ia mengasihi Daud seperti dirinya sensiri, dengan memberikan jubahnya, baju perangnya, pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya kepada Daud. Jelas dikatakan di dalam teks bahwa ikatan persahabatan itu bermula dari berpadunya dua jiwa dalam diri Yonathan dan Daud.

Hubungan persahabatan dengan Daud itu diikat oleh Yonathan setelah Daud diurapi menjadi raja okeh Samuel (pasal 6:1-16). Persahabatan itu diwujudkan dalam konteks adanya hubungan politis di antara mereka berdua, sebab Daud sudah diurapi untuk kelak menjadi raja Israel menggantikan Saul ayah Yonathan. Secara politis Yonathan akan menjadi raja Israel menggantikan ayahnya Saul, sebab ia anak sulung Saul. Hubungan persahabatan itu berdasarkan kasih. Sedangkan hubungan poiitik itu berdasarkan kepentingan (salah satu prinsip politik ialah “tidak ada sahabat yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi).

Jika dilihat dari posisi Yonathan selaku anak sulung Saul dan pewaris raja Israel dan posisi Daud selaku orang yang sudah diurapi jadi raja, maka persahabatan Yonathan dan Daud ini membuat keduanya dalam posisi dileatis. Mengapa? Sebab keduanya sah menjadi raja Israel. Yonathan Sah karena dia anak sulung Saul, sedangkan Daud sah atas dasar pengurapan Samuel. Tanpa disadari mereka sedang bersaing menjadi raja. Siapakah yang akhirnya menjadi raja Israel menggantikan raja Saul. Yonathan atau Daud? Jawabnya ialah Daud, karena ia pilihan Tuhan. Umat Israel yakin bahwa raja Israel adalah pilihan Tuhan. Persahabatan mereka tidak ternodai karena perseteruan politik. Yonathan membantu Daud melarikan diri dari usaha pembunuhan Saul dan Daud sangat memperhatikan mefiboset anak Yonathan, setelah ia menjadi raja.

KJ 421:3

Doa : (Ya Tuhan, tolong kami agar kami sungguh percaya akan Firman-Mu)

MINGGU VIII SESUDAH EPIFANIA .
RABU, 6 MARET 2019
Renungan Malam
KJ 422:1,2 –Berdoa


SAUL MEMPROMOSIKAN DAUD

1 Samuel 18:5
sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul. (ay.5b)

Ada debat tentang pertanyaan perlumbuhan anak, yaitu, manakah yang Iebih dulu: kaki anak kuat atau anak berjalan’?. Mana pun jawaban yang kita pilih, rnaka kedua-duanya benar, sehingga perdebatan tidak akan selesai. Benar bahwa anak jadi kuat jika bisa berjalan, dan anak bisa berjalan jika kakinya kuat.

Jika kita simak baik-baik bacaan kita malam hari ini, maka ada tiga hal yang diinformasikan, yaitu: 1) Kemana pun Daud ditugaskan berperang, ia selalu berhasil; 2) karena itu Saul memprornosikan Daud jadi kepala prajurit; dan 3) promosi Daud itu dipandang baik oleh seluruh rakyat dan para pegawai Saul. Mengapa Daud selalu berhasil? la selalu berhasil setelah dia diurapi oleh Samuel menjadi raja untuk menggantikan Saul.

Jika pengurapan itu merupakan unsur iman, maka keberhasilan itu adalah unsur perbuatan. Pertanyaannya ialah manakah lebih dulu iman atau perbuatan? Jelas dalam cerita kitab I Samuel bahwa pengurapan Daud mendahului keberhasilannya. Laiu dikatakan bahwa semakin Daud berhasil, maka Saul semakin iri kepada Daud. Karena itu Saul semakin berusaha membunuh dia. Dalam PB, khususnya di Yakobus 2:22, menegaskan bahwa iman dan perbuatan bekeaja sama dan saling menumbuhkan satu terhadap yang lain. Dikatakan bahwa iman tanpa perbuatan itu sia-sia. Demikian sebaliknya, perbuatan tanpa iman itu juga sia-sia. Oleh sebab itu, iman dan perbuatan itu bertumbuh-kembang secara bersama-sama. Demikian halnya dengan Daud : semakin ia berhasil maka; semakin ia yakin akan pengurapannya; semakin ia yakin dengan pengurapannya, maka semakin ia berhasil. Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama harus bertumbuh bersama. Jika hanya satu sisi saja (iman atau perbuatan) ditumbuhkan, maka hasilnya keduanya tidak bertumbuh.

KJ.422:3,4
Doa : (Kaml barsyukur pada Tuhan atas promosimu bagi orang beriman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.