Peka Akan Keperluan Orang Lain

Posted by on Jul 12, 2015 in Artikel | 0 comments

Peka Akan Keperluan Orang Lain

2 Raja-Raja 4 : 8- 24

Selasa, 18 Feb 2014
Banyak orang berusaha mengejar dan ingin mendapatkan kekayaan, pengaruh dan kekuasaan. Juga dibidang spiritual, misalnya mujizat-mujizat. Tetapi ada hal lain yang sangat penting sekalipun nampaknya sederhana tetapi justru lebih manusiawi, yaitu “hati yang berpengasihan”. Ia adalah orang yang penuh kepeduliaan/peka terhadap keperluan orang lain. Hidup yang sedemikian, tumbuh karena memahami bahwa kita terlebih dahulu telah dikasihi Tuhan. Ia berikan kita hidup dan banyak peluang. Nafas kitapun pemberian-Nya, kalau sekiranya Tuhan menarik nafas itu dari peredaran tubuh ini-habislah kita. 
Hati yang peka, iba, kasih kepada sesame, penting untuk Tuhan pakai menjadi saluran berkat-Nya untuk orang lain yang membutuhkan. Perempuan Sunem adalah contoh yang tepat. Ia peka terhadap keperluan nabi Elisa yang kerap kali menyinggahi rumahnya. Perempuan ini dan suaminya membangun sebuah bilik di sotoh rumahnya untuk tempat istirahat Elisa setiap kali ia datang. Semua yang dilakukan keluarga Sunem ini adalah ungkapan kasih akan Allah yang ditujukan kepada hamba-Nya. Sementara itu ia tidak punya anak dan suaminya telah lanjut umur sekalipun hal itu tidak terungkapkan (12-14). Namun Elisa peka akan kebutuhan keluarga Sunem itu (16). Kerinduan keluarga mempunyai keturunan akan segera dikabulkan Tuhan. (17). Dan Elisa harus belajar bersandar dan berharap pada pimpinan Tuhan untuk selanjutnya (18-28). Kepedulian saja tidak mencukupi. Tidak ada pamrih keluarga Sunem itu pada Elisa, juga sebaliknya pada keluarga Sunem. Terciptanya sikap saling perdulimerupakan terapan anugerah pengasihan Tuhan. Hanya kasih Tuhanlah yang menumbuhkan iman dan kebajikan dalam persekutuan yang saling perduli dari hati yang tulus. Inilah model pelayanan Kristen untuk setiap bangsa dan setiap generasi dimana gereja menyatakan kehadirannya.
KJ. 390 : 3
Doa : berikanlah hati yang tulus untuk sesama seperti Tuhan yang tulus kepada kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *