Mari Berkabung

Posted by on Jul 12, 2015 in Artikel | 0 comments

Mari Berkabung
Yoel 1 : 13 – 20
Kamis, 30 Jan 2014
Di dalam perjalanan kehidupan kita ada hal yang selalu mengiringi bagaikan dua sisi mata uang logam, yaitu kesukacitaan dan kedukacitaan. Keduannya bergulir bergantian bak roda yang berputar. Di saat kesukacitaan yang datang biasanya kita tidak ada masalah dalam menghadapinya, bahkan ada kemungkinan kita lupa akan Tuhan. Akan tetapi berbeda jika kedukaan yang datang, mendadak Tuhan yang kita ingatdan kemudian mau mendekat kepada-Nya untuk mendapatkan pertolongan.Di dalam pembacaan Alkitab hari ini, Yoel mengajak kepada bangsa Yehuda untuk berduka atau berkabung. Mengapa? Karena hari Tuhan yang di dalamnya terjadi pemusnahan masal akan datang.Tuhan menghukum bangsa itu karena dosa yang mereka buat, dan tidak ada satupun yang akan luput dari penghukumannya. Oleh arena itu Yoel mengajak seluruh bangsa untuk menunjukkan perkabungannya di hdapdan Tuhan. Terlebih dengan sudah terbuktinya kedahsyatan penghukuman-Nya dengan musnahnya hasil usaha dan pekerjaan mereka, baik tanaman maupun ternak. Yoel mengajak bangsa itu meratap dan berteriak kepada Tuhan menunjukan bahwa mereka takut kepada Tuhan, menyesal dan bertobat.Selanjutnya bagaimana dengan kita? Adakah kita juga berkabung atas dosa yang kita tahu pasti mendatangkan penghukuman? Atau malah kita menikmati dosa itu? Melalui Yoel kita kembali diperingatkan ahwa kita harus menyesali segala dosa dan perbuatan kita yang menentang kehendak Tuhan. Jangan kita terlena dengan buaian semu dunia ini yang pada akhirnya berujung kepada kegagalan dan penyesalan.setelah sepanjang hari ini kita beraktivitas, adakah perbuatan yang menyakiti hati Tuhan? Adakah perbuatan kita yang tidak menghargai orang lain atau anggota keluarga kita? Sesalilah semua itu. Jangan diam! Mintalah pengampunan-Nya sekarang! Bertobatlah, karena benar hari Tuhan sudah dekat!
KJ. 26 :3,4
Doa : Celakalah hamba karena dosa yang ada saat ini, oleh karena itu ampunilah ya Tuhan agar Hamba kembali berkenan di hadapan-Mu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *