Renungan SBU | Minggu, 31 Januari 2016

Posted by on Jan 22, 2016 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Minggu, 31 Januari 2016
MINGGU, 31 JANUARI 2016

3 Yohanes 1:1-4

HIDUP DALAM KEBENARAN

Konteks
Salam
1:1 Dari penatua kepada Gayus yang kekasih, yang kukasihi dalam kebenaran. 1:2 Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. 1:3 Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran. 1:4 Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.


MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
MINGGU, 31 JANUARI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ 351:1 -Berdoa
HIDUP DALAM KEBENARAN

3 Yohanes 1:1-4
sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.” (ay.3)

Surat 3 Yohanes bersama surat 2 Yohanes dan surat Yudas merupakan surat-surat yang terpendek di Perjanjian Baru. Surat 3 Yohanes cuma terdiri dari 1 pasal yang terdiri dari 15 ayat! Dalam bagian pendahuluan, penulisnya memuji Gayus, karena Gayus hidup dalam kebenaran. Konteks dari kebenaran di dalam surat 3 Yohanes dapat kita lihat dalam ayat-ayat 5-8, tetapi karena ayat 5-8 telah menjadi bahan renungan malam, maka kita membatasi saja perenungan kita dengan tema sukacita oleh kebenaran.

Seluruh surat-surat Yohanes (1 sampai 3) bertemakan kebenaran. Di surat 1 Yohanes dikemukakan bahwa Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Justru karena Allah adalah terang, maka kita bisa mengakui bahwa kita adalah mahluk berdosa. “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita” (1 Yoh 1:8). Kemudian ketika menerangkan mengenai Anti Kristus, penulis surat 1 Yohanes mengatakan : “Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi jutru karena kamu mengetahuinya” (1 Yoh2:21).

Selanjutnya, Yesus Kristus adalah benar, maka orang yang berbuat kebenaran, lahir daripada-Nya (l Yoh 2:29). Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar (1 Yoh 3:7). Bukan hanya dalam segi vertikal saja, yaitu dalam perkara mempercayal Kristus, orang percaya disebut benar, tetapi juga dalam mengasihi sesama saudara. Maka jemaat diajak : “marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran” (1 Yoh 3:18). Ada roh Kristus dan ada roh Anti-kristus, roh Kristus adalah Roh kebenaran dan roh Antikristus adalah roh yang menyesatkan (1 Yoh 4:6). Surat 2 Yohanes juga berbicara mengenai sukacita karena “separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran” (2 Yoh 1:4).

Dari pemeriksaan beberapa ayat di surat 1 Yohanes dan 2 Yohanes kita mendapati bahwa yang dimaksudkan kebenaran adalah tema yang bersifat menyeluruh atau holistik, meliputi dimensi vertikal dari iman, yaitu keyakinan pada kebenaran Yesus Kristus~dan dimensi horizontal dari iman, yaitu kasih kepada sesama saudara atau sesama manusia. Keduanya harus nampak dalam kehidupan sebuah jemaat. Penulis bersukacita dan Gayus dipuji karena telah melaksanakan kebenaran yang holistik tersebut.

KJ.351 : 2
Doa : (Tuhan, biarkanlah kami hidup dalam kebenaran-Mu setiap saat!)


MINGGU, 31 JANUARI 2016

3 Yohanes 1:5-8

TINDAKAN KASIH CERMIN HIDUP ORANG PERCAYA

Konteks
Saling menolong dan perlawanan
1:5 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 1:6 Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah. 1:7 Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. 1:8 Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran.

MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
MINGGU, 31 JANUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.462:1,3 -Berdoa
TINDAKAN KASIH CERMIN HIDUP ORANG PERCAYA

3 Yohanes 1:5-8
Saudaraku yang kokasih, ongkau bartindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala suultu untuk saudara-saudara, aakalipun mereka adalah orang-orang asing. (ay.5 )

Bagikan cinta dimanapun kamu berada. Jangan biarkan seseorang yang datang padamu pergi tanpa merasa bahagia”, demikian ungkapan Bunda Teresa, seorang perempuan sederhana yang membaktikan diri dan hidupnya untuk membawa cinta Tuhan kepada setiap orang yang menderita, dan terbuang di wilayah kumuh Calcutta India.

Ungkapan ini tergambar dalam perikop pembacaan malam ini yang memperlihatkan pujian seorang pelayan Tuhan kepada seorang anggota jemaat yang bernama Gayus yang melakukan perbuatan kasih dengan menyambut dan menerima dengan baik saudara-saudara seiman yang datang untuk memberitakan Injil. Ketulusan hati Gayus diceritakan mereka dalam pertemuan Jemaat Tuhan, dan semua itu saya percaya karena mereka merasa berbahagia atas kasih yang diperlihatkan Gayus.

Penulis menggarisbawahi 2 hal yang penting, yaitu :
1.Tindakan kasih kepada sesama merupakan penyataan diri orang percaya dan
2. Turut terlibat dalam pekerjaan pelayanan dapat dilakukan dengan menopang mereka yang melayani di antara kita (para pendeta, penginjil).

Memasuki istirahat malam ini, mari mengevaluasi hidup hari ini, apakah dalam semua aktifitas hari ini, kita telah menunjukkan kasih bagi mereka yang berada di sekitar kita? Sudahkah kita turut menopang pekerjaan pelayanan di jemaat kita misalnya dengan selalu memberi waktu untuk mendoakan para pelayan Tuhan yang melayani di jemaat kita?.

Biarlah evaluasi pribadi membawa kita kepada sebuah tekad untuk ketika kita bangun di pagi hari dan melanjutkan karya hidup di hari yang baru, kita akan melakukan paling tidak 1 (satu) perbuatan kasih bagi sesama sebagai wujud ekspresi diri sebagai pengikut Tuhan, dan doakan selalu para pelayan Tuhan dan pekerjaan pelayanan sebagai bentuk dukungan kita. Selamat beristirahat saudaraku.

KJ.462 : 4
Doa : (Bapa yang Maha Baik, tolong kami untuk senantiasa menunjukkan kasih kepada sesama agar nyata kemuliaan-Mu dalam dan melalui hidup kami)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *