Renungan SBU | Senin, 1 Februari 2016

Posted by on Feb 1, 2016 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Senin, 1 Februari 2016
SENIN, 1 FEBRUARI 2016

Matius 4:18-22

MENJADI PENJALA MANUSIA

Konteks
Yesus memanggil murid-murid yang pertama
4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” 4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka 4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
SENIN, 1 FEBRUARI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ.429:1-2 -Berdoa
MENJADI PENJALA MANUSIA

Matius 4:18-22
Yesus berkata kepada mereka : “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan KL!-jadikan penjala manusia.” (ay.19)

Menjadi nelayan yang kesehariannya melaut dan menjala ikan adalah satu-satunya ketrampilan yang dimiliki oleh Simon Petrus, Andreas saudaranya maupun kakak beradik Zebedeus, Yakobus dan Yohanes. Mereka adalah orang-orang sederhana dan tidak mengecap pendidikan formal. Yang mereka tahu hanyalah menjala ikan. Namun justru orang-orang sederhana itulah yang dipilih oleh Tuhan Yesus untuk menjadi murid-Nya dan merekalah yang nantinya akan dijadikan Yesus sebagai “penjala manusia”.

Kendatipun mereka tidak memiliki pengalaman apapun di luar aktifitas harian mereka sebagai nelayan, namun mereka merespon ajakan Yesus itu dengan positif. Dalam ayat 20 dan 22 dinyatakan bahwa mereka dengan segera meninggalkan jala, perahu dan orang tua mereka untuk mengikuti Yesus.
Mereka meninggalkan “zona nyaman” untuk mengikuti Yesus dan misinya tanpa mengetahui seperti apa dan bagaimana perjalanan mereka bersama Tuhan Yesus. Dalam kisah ini, ada 2 hal penting yang menjadi penuntun hidup kita, yaitu : 1. Tuhan berkenan memakai siapapun dalam rencana-Nya tanpa melihat latar belakang mereka. 2. Memberi diri untuk Tuhan pakai dengan tidak ragu adalah awal peran kita sebagai saksi Tuhan dalam kehidupan setiap hari.

Pagi ini memasuki minggu kerja yang baru dengan berbagai kesempatan dan juga tantangannya. Panggilan Yesus bagi kita adalah menjadi saksi-Nya di tengah kehidupan, kerja dan karya kita hari ini. Yang harus kita lakukan adalah merespon panggi|an-Nya dengan memberi diri tanpa ragu untuk Tuhan pimpin dan pakai agar apa yang kita lakukan hari ini menjadi sesuatu yang memuliakan Tuhan. Dan menjadi kesaksian yang hidup bagi sesama tentang Tuhan kita, Yesus Kristus. Selamat berkarya sahabat.

KJ.429:3
Doa : (Ya Yesus tolonglah aku dalam hidup dan karyaku hari ini agar melalui hidupku aku dapat membawa orang kepada-Mu)


SENIN, 1 FEBRUARI 2016

Matius 4:23-25

HIDUP YANG MENJADI BERKAT BAGI SESAMA

Konteks
Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang
4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. 4:24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. 4:25 Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
SENIN, 1 FEBRUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ 462:1,3 -Berdoa
HIDUP YANG MENJADI BERKAT BAGI SESAMA

Matius 4:23-25
Maka torslarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk koadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan clan yang Iumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka,” (ay.24)

Siapa yang tidak kenal dengan Bunda Teresa. Seorang perempuan sederhana dengan cinta kasih yang luar biasa bersama dengan tarekat misionaris cinta kasih yang didirikannya. Mereka menjangkau masyarakat tersisih di Calcutta, India, melayani mereka dengan penuh kasih hingga kaum lemah itu melihat dan merasakan kasih Tuhan. Begitu Iuar biasanya dia sehingga Bunda Teresa menjadi simbol cintakasih bagi dunia.

Bacaan kita pada malam ini menampilkan sosok sederhana Iuar biasa yang begitu populer bukan hanya karena khotbah-khotbahnya tetapi juga karena tindakan kasihnya menyembuhkan berbagai penyakit dari orang-orang Galilea yang dibawa kepada-Nya untuk disembuhkan. Tindakan kasih yang Yesus buat di Galilea juga didengar oleh orang-orang dari daerah-daerah lain di selumh Provinsi Siria, sehingga berdatanganlah orang-orang sakit dari Dekapolis, Yerusalem, Yudea dan dari seberang Yordan dan Yesus menyembuhkan mereka. Kehadiran Yesus membawa berkat bagi setiap pribadi yang dijum painya atau yang berada di sekitarnya karena Yesus bukan hanya mengajarkan tentang berita Keselamatan dari Tuhan Allah, Dia juga mempraktekkan berita Keselamatan itu dalam tindakan nyata melepaskan mereka yang menderita sakit dari penderitaan.

Bunda Teresa pernah berkata “kita mengabarkan kepada orang-orang tentang betapa baiknya, betapa maha pengampun, betapa penuh penyertaan Allah, tetapl apakah kita sudah menjadi bukti nyata? Dapatkah mereka sungguh melihat kebaikan, pengampunan dan penyertaan Tuhan tersebut ada dalam hidup/diri kita?”. Pernyataan dan pertanyaan ini kiranya menjadi sebuah refleksi bagi kita malam ini, “sudahkah kehadiran kita menjadi berkat bagi sesama di sekitar kita?” Selamat berefleksi dan berlstirahat saudaraku.

KJ.462 : 4
Doa : (Bapa yang Maha Baik, mampukan kami menjadikan hidup kami sebagai alat kasih Tuhan bagi mereka yang berada di sekitar kami)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *