Renungan SBU | Selasa, 2 Februari 2016

Posted by on Feb 1, 2016 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Selasa, 2 Februari 2016
SELASA, 2 FEBRUARI 2016

Matius 5:1-12

KUNCI KEBAHAGIAAN SEJATI

Konteks
Ucapan bahagia
5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. 5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. 5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”


MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
SELASA, 2 FEBRUARI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ.392:1,2 -Berdoa
KUNCI KEBAHAGIAAN SEJATI

Matius 5:1-12
Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya : (ay.2)

Siapakah yang tidak ingin bahagia? Setiap orang pasti ingin bahagia dan mereka akan mengupayakan berbagai hal untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup. Bagaimana kunci bahagia menurut Tuhan Yesus? Penulis lnjil Matius memaparkan kepada pembacanya dan juga kepada umat percaya saat ini bagaimana kunci menikmati kebahagiaan yang sejati.

Dalam khotbah perdana diawal pelayanan-Nya, Tuhan Yesus mengungkapkan 3 kunci kebahagiaan sejati, yaitu :
1. Kebahagiaan dapat dinikmati dalam berbagai situasi termasuk yang tidak menyenangkan bahkan menyakitkan/membuat menderita asalkan terus mempercayai Allah, berserah dan bersandar pada Allah (ayat 2,4,-6,10-11).
2. Sikap lemah lembut, selalu berbagi kasih dengan sesama, suci hati (tidak merancang hal-hal jahat kepada sesama atau menyimpan hal-hal buruk dalam hati), senantiasa mengupayakan kedamaian adalah sikap dan perilaku yang akan membuat mereka yang memiliki dan melakukannya berbahagia dan mereka layak disebut sebagai anak-anak Allah (ayat 5, 7-9).
3. Sikap dalam menghadapi pergumulan/penderitaan karena iman adalah dengan bersukacita, bergembira atau dengan kata lain bersyukur karena mereka adalah yang memiliki Kerajaan Sorga. lni berarti bahwa mereka akan menang dan akan menjadi warga Kerajaan Allah (ayat 10-12).

Mau berbahagia dalam hidup? Percaya pada Allah, berserah pada tuntunan-Nya, taat- akan firman-Nya dan bersyukur untuk setiap hal yang dialami dalam hidup baik senang maupun susah. Selamat menjalani hari dalam kasih Tuhan.

KJ.392 : 3
Doa : (Ya Tuhan, kami rindu menikmati kebahagiaan yang sejati. Mampukan kami mengerti dan melaku kan firman-Mu agar kami dapat merasakan kebahagiaan itu dan membaginya kepada siapapun yang berada bersama dengan kami)


SELASA, 2 FEBRUARI 2016

Matius 5:13-16

GARAM DAN TERANG DUNIA

Konteks
Garam dunia dan terang dunia
5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
SELASA, 2 FEBRUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ.424:1,2 -Berdoa
GARAM DAN TERANG DUNIA

Matius 5:13-16
Damlklanlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang balk dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (ay.16 )

Garam adalah bahan yang sederhana namun sangat dibutuhkan karena berbagai fungsinya yang penting. William Barclay menuliskan bahwa pada masa hidup Yesus, garam dihubungkan dengan 3 hal yaitu kemurnian, bahan pengawet dan memberi cita rasa. Yesus menyatakan peran dari pengikut Tuhan yaitu “Garam dunia”.

Dengan penyataan ini, Yesus menghendaki pengikut-Nya :
1. Menjadi teladan kesucian dan kemurnian diri. Contohnya, ditengah situasi dunia yangmengalami penurunan nilai-nilai moral dan etika, orang percaya harus tetap menjunjung tinggi nilai moral dalam kehidupan setiap hari.
2. Menjadi “anti septik” dalam kehidupan. Sebagai contoh, ditengah pola kerja yang cenderung egois dan saling menjatuhkan untuk meraih posisi, orang percaya harus menunjukkan perilaku kerja yang menjunjung tinggi kejujuran dan ketulusan.
3. Memberi cita rasa dalam kehidupan.Artinya dimana pun kita hadir, kehadiran kita membawa pengaruh yang baik, misalnya, membuat orang ceria dengan humor-humor kita yang menyegarkan, hadir meredakan ketegangan bukannya menambah ketegangan, dsb. .

Selain itu, Yesus menyatakan hakekat kehadiran pengikut-Nya sebagai “Terang Dunia”. Seperti cahaya yang sangat dibutuhkan untuk menghilangkan kegelapan, Yesus menginginkan para pengikutNya untuk menjadi “terang” bagi sekitarnya, menjadi teladan hidup dalam kebenaran firman Tuhan. Artinya, melalui perkataan, perilaku, sikap, kerja sehari-hari maupun dalam hubungan dengan sesama, orang percaya menunjukkan hidup yang benar. Sebagai contoh misalnya tidak mempergunakan kata-kata kotor atau merendahkan sesama, tidak suka bergosip/menyebarkan fitnah tentang sesama, senang bekerja keras untuk menghasilkan kerja yang berkualitas tinggi. Sudahkah kita menjalankan peran dan hakekat kehadiran kita?

Jika belum, mari memulainya.

KJ.424 : 3,4
Doa : (Tolonglah kami Tuhan agar di manapun Engkau menempatkan kami, kami dapat menghadirkan perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *