Renungan SBU | Rabu, 3 Februari 2016

Posted by on Feb 1, 2016 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Rabu, 3 Februari 2016
RABU, 3 FEBRUARI 2016

Matius 5:17-20

PRAKTEKKAN FIRMAN TUHAN DALAM HIDUPMU

Konteks
Yesus dan hukum Taurat
5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.


MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
RABU, 3 FEBRUARI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ.50a : 1,4 -Berdoa
PRAKTEKKAN FIRMAN TUHAN DALAM HIDUPMU

Matius 5:17-20
Maka Aku berkata kepadamu :Jika hidup keagamaanmu tidak Iebih banar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ka dalam Karajaan Sorga. (ay.20 )

Pada hari Minggu, terlihat iblis sedang berada di halaman gereja, wajahnya tam pak riang melihat orang-orang datang menghadiri misa itu. Hanya sesekali saja tampak wajah iblis berkerut sejenak tapi kemudian wajahnya cerah dan bersen”-seri, bahkan tertawa Iepas hingga terdengar sampai pintu surga. Malaikat surga terheran-heran melihat wajah iblis yang begitu riang setiap hari minggu di halaman gereja, dan ia pun bertanya alasan mengapa iblis begitu gembira melihat orang-orang yang datang ke gereja mengikuti misa.

Lalu sambil tertawa senang iblis menjawab, “Bagaimana aku tidak senang dan gembira, sebab mereka hanya hari Minggu beberapa menit saja milik Tuhan, setelah itu mereka akan kembali menjadi milikku, dan juga di hari lainnya dari Senin-Sabtu 24 jam sehari indahnya hidup ini”.

Cerita sederhana ini memperlihatkan realita hidup orang percaya bahwa seringkali praktek kehidupan kita tidak mencerminkan identitas sebagai orang percaya, cenderung terlihat “saleh” ketika pergi ber-
ibadah tetapi perkataan ataupun tingkah laku serta kerja karya kita tidak mencerminkan ajaran Kristus.

Tuhan Yesus dalam perikop ini menggariskan 2 hal yang sangat penting yaitu : 1. Kehadiran Tuhan Yesus dengan berbagai pengajarannya hendak membimbing umat untuk benar-benar melaksanakan inti dari semua hukum yang diberikan Tuhan Allah yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama;
2. Kehidupan orang percaya harus mencerminkan hidup yang mempraktekkan ajaran Alkitab dan bukan penuh kemunafikan, terlihat begitu saleh dengan rajin melakukan ibadah ritual namun dalam praktek hidup nyata sama sekali tidak mencerminkan ajaran Kristus.

Di hari baru ini, mari menjalani kehidupan,kerja karya kita dengan mempraktekkan firman Tuhan agar kita menjadi saksi Tuhan yang setia.

KJ.50a:6 ; GB. 277:1,2
Doa : (Pimpinlah kami dalam perjalanan hidup hari ini agar kami dapat mempraktekkan firman-Mu dalam perkataan dan perbuatan kami)


RABU, 3 FEBRUARI 2016

Matius 5:21-26

BERDAMAILAH DENGAN SESAMAMU

Konteks
5:21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
RABU, 3 FEBRUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ 467:1,2 -Berdoa
BERDAMAILAH DENGAN SESAMAMU

Matius 5:21-26
Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya : Kafir! Harus dihadapkan ke Mahkamah Agama (ay.22 )

Sebuah surat kabar melaporkan sebuah kekerasan tragis yang terjadi di Amerika Selatan. Seorang pria telah membunuh sahabatnya ketika mereka sedang berdebat mengenai perbedaan pandangan politik mereka. Ketika ditanya mengapa ia melakukannya, ia menjawab dengan kata-kata yang menakutkan ini : “Kami memulai diskusi dengan damai, hingga kemudian kami berdebat. Karena kehabisan kata-kata, saya membunuhnya.” Kisah ini memperlihatkan betapa berbahayanya amarah.

Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya yang dicatat dalam Matius 5:21-22 memperingatkan akan bahaya amarah dengan mengatakan bahwa ketika seseorang marah kepada sesamanya, ia harus dihukum. Kata “orge” (bahasa Yunani) yang diterjemahkan LAI menjadi “marah” memiliki arti “kemarahan yang tetap” atau sama dengan “kebencian”, dan ketika seseorang menyimpan kebencian dalam hati maka ia dapat melakukan apapun untuk menyakiti orang yang dibencinya. Tindakan lain yang dilarang oleh Yesus adalah menghina sesama dan menyebarkan fitnah tentang seseorang.

Dalam ayat 23-26, Yesus mengajar umat Tuhan tidak menunda menyelesaikan masalah. Keuntungan dari sikap segera menyelesaikan masalah dan berdamai dengan sesama ada 2 yaitu : 1. Mambuat relasi kita dengan Tuhan baik dan relasi dengan sesama juga baik dan, 2. Menghindarkan kita dari persoalan yang lebih besar.

Saudaraku, jika kita memiliki persoalan dengan siapapun, baiklah kita menyelesaikannya segera dengan baik dan berdamailah agar tidak ada akar kebencian dalam hati kita kepada sesama yang bisa mendorong kita melakukan perbuatan-perbuatanjahat yang merusak hidup sesama.

Marilah kita memasuki istirahat malam ini dengan memohon pengampunan Tuhan jika kita menyakiti hati sesama kita dan mohon kekuatan darinya agar kita dimampukan untuk menyelesaikan persoalan itu dan berdamai dengannya. Selamat beristirahat saudaraku.

KJ.467 : 3
Doa : (Ya Bapa, ampunilah kami jika perkataan atau perbuatan kami menyakiti hati sesama, dan tolong mampukanlah kami untuk berdamai dengan sesama dan tidak menaruh dendam terhadap sesama)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *