Renungan SBU | Kamis, 4 Februari 2016

Posted by on Feb 1, 2016 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Kamis, 4 Februari 2016
KAMIS, 4 FEBRUARI 2016

Matius 5:27-30

HATI DAN PIKIRAN BERSIH, PERILAKU BENAR

Konteks
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.


MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
KAMIS, 4 FEBRUARI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ 236:1,2 -Berdoa
HATI DAN PIKIRAN BERSIH, PERILAKU BENAR

Matius 5:27-30
Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya?” (ay.28)

Maraknya berbagai tindak pelecehan seksual yang dilakukan bukan hanya oleh orangdewasa tetapi juga oleh remaja bahkan anak-anak memperlihatkan bukti berbahayanya “arus informasi tanpa batas” melalui media internet yang dapat diakses baik melaiui perangkat komputer maupun smartphone. Kenyataan ini menjadi salah satu pendorong bagi Pemefintah berupaya memblokir berbagai situs porno di internet. Satu kesimpulan yang bisa diambil bahwa apa yang di dapat melalui mata dapat menjadi faktor pendorong untuk melakukan tindak kejahatan.

Yesus pada ayat 28 menegaskan hanya dengan memandang seorang perempuan dengan hati penuh nafsu, seseorang telah berzinah. Maksud Yesus di sini bahwa bukan hanya tindakan perzinahan yang terlarang pikiran kotorjuga merupakan kesalahan yang besar di hadapan Allah.

Pada ayat 29-30 Yesus menekankan bahwa segala sesuatu yang dapat menjadi penyebab atau pendorong untuk berbuat dosa harus disingkirkan. Bukan dalam pengertian bahwa mata dan tangan pelaku “zinah dalam hati” benar-benar harus dipotong, tetapi ini merupakan kiasan untuk menegaskan betapa penting untuk membuang atau menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat membawa ke dalam dosa.

Perikop ini memberikan 3 catatan penting, yaitu :
1. Allah menghendaki kekudusan hidup. Kekudusan hidup itu bukan hanya dalam bentuk sikap dan perilaku yang benar, tetapi juga pikiran yang bersih, jauh dari hal-hal yang cabul dan pikiran-pikiran jahat lainnya.
2. Jauhi/hindari berbagai hal yang bisa membawa kita memiliki pikiran-pikiran yang kotor, seperti mengakses situs-situs porno, melihat gambar-gambar porno, bergaul dengan teman-teman yang sa|ah_, mengunjungi tempat-tempat maksiat, dsb.
3. Mohon selalu kuasa Roh Kudus untuk menguasai pikiran dan hati agar tetap bersih dan kudus.

Selamat beraktifitas sahabat.

KJ. 236:4
Doa : (Bapa yang Maha Baik, hadirlah selalu dalam hatiku, berdiamlah dan berkuasalah serta tuntunlah hamba-Mu ini agar dapat hidup seperti yang Engkau kehendaki)


KAMIS, 4 FEBRUARI 2016

Matius 5:31-32

MENGHORMATI LEMBAGA PERKAWINAN

Konteks
5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

MINGGU IV SESU DAH EPIFANI
KAMIS, 4 FEBRUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ 318:1 -Berdoa
MENGHORMATI LEMBAGA PERKAWINAN

Matius 5:31-32
Totapl Aku barkata kepadamu : Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. (ay.32)

Perkawinan adalah lembaga yang Allah tetapkan sejak semula. Dalam tatanan penciptaan Allah menetapkan perkawinan sebagai persekutuan hidup yang total antara seorang laki-laki dan perempuan dan Allah memberkati persekutuan hidup itu. Persoalannya, kehidupan perkawinan ternyata tidak berjalan mulus, banyak persoalan yang dapat terjadi yang pada akhirnya berujung pada perceraian. Dan pada masa kini perceraian merupakan suatu hal yang biasa terjadi dan terkadang malah menjadi opsi utama yang dipilih pasangan suami-istri yang tidak lagi merasa cocok dan enggan untuk mengupayakan jalan keluar yang terbaik menyelesaikan persoalan yang ada.

Yesus dalam salah satu pengajaran-Nya kepada para pengikutNya seperti yang disaksikan oleh penulis lnjil Matius 5 pada ayat 32 berkata “Tetapi Aku berkata kepadamu : Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.”

Barclay mengatakan bahwa pada zaman Yesus perceraian merupakan kejadian yang sangat mudah terjadi dan para suami adalah pihak yang diuntungkan karena mereka dapat menceraikan istri mereka dengan berbagai alasan yang terkadang hanya sepele, seperti kebanyakan membubuhkan garam pada masakan. Bahkan ketika mereka menemukan seorang gadlis yang lebih cantik, mereka bisa menceraikan istri mereka. Dalam keadaan yang sepertl inilah Yesus menyatakan pemikiran-Nya. Tujuan Yesus adalah untuk mengatasi keadaan, di mana kehidupan keluarga mulai menuju kepada kehancuran, dan di mana moral masyarakat umum mulai mengendor. Yesus menginginkan agar balk suami maupun isterl bersama-sama menjaga keutuhan keluarga dan kekudusan perkawinan mereka dan tidak sembarangan mengambil keputusan untuk bercerai.

Kiranya setiap suami-isteri senantiasa menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan rumah tangga, salam.

KJ.318 : 2
Doa : (Tuhan Yesus, berkatilah tiap rumah tangga dan tolonglah setiap keluarga untuk dapat menjaga kehidupan rumah tangga mereka agar berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *