Renungan SBU | Jumat, 5 Februari 2016

Posted by on Feb 1, 2016 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Jumat, 5 Februari 2016
JUMAT, 5 FEBRUARI 2016

Matius 5:33-37

SUMPAHHHHH … TIDAK BOHONG KOK!

Konteks
5:33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
JUMAT, 5 FEBRUARI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ-53 :1 -Berdoa
SUMPAHHHHH … TIDAK BOHONG KOK!”

Matius 5:33-37
Jika ya, hendaklah kamu katakan : ya,jika tidak, hendaklah kamu katakan : tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat! (ay.37)

Sumpah! Demi Tuhan, aku tidak bohong kok!”, “Biar disambar geledek/ atau jadi pocong deh kalau aku meIakukannya,,, sumpahhh,,,, kagakkk,, beneran deh”. Penyataan-penyataan seperti ini sering kitajumpai dalam kehidupan kita sesehari, atau malah mungkin kita juga pernah melakukannya baik sadar ataupun tidak, dengan tujuan untuk menyakinkan orang lain bahwa apa yang kita katakan itu benar adanya. Pertanyaan penting bagi kita adalah apakah bersumpah demi apapun termasuk demi Tuhan adalah sesuatu yang diperkenankan Tuhan?

Kata “Sumpah” (KBBI) berarti penyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya. Yesus dalam perikop ini menyoroti salah satu bagian hukum Taurat yang tertulis dalam lmamat 19:12 yang menyatakan “Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah Tuhan.” Aturan ini sebagai bagian dari hukum kekudusan hidup umat. Yesus dalam pengajaranNya melarang umat Tuhan untuk bersumpah demi apapun dan la menegaskan agar umat bersungguh-sungguh dengan apa yang diucapkan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Mengawali kerja di hari ini, kita diingatkan untuk tidak mempermainkan nama Tuhan dengan bersumpah walaupun untuk menegaskan apa yang kita katakan. Tuhan Yesus menginginkan kita untuk bersungguh-sungguh dengan apa yang kita ucapkan sehingga orang lain dapat mempercayai apa yang kita katakan. Selamat bekerja.

KJ.53 : 2
Doa : (Tuhan mampukan diriku dalam karya hidupku hari ini agar baik dalam perkataanku, menjadi perkataan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan dan tindakanku selaras dengan perkataanku
sehingga nama-Mu dimuliakan selalu)


JUMAT, 5 FEBRUARI 2016

Matius 5:38-42

BERSABAR DAN BERBAGI

Konteks
5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
JUMAT, 5 FEBRUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ 367:1,3 -Berdoa
BERSABAR DAN BERBAGI

Matius 5:38-42
Tetapi Aku berkata kepadamu : Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, “berilah juga kepadanya pipi kirimu. (ay.39)

Dalam buku Bold Expectations of the Gospel, ada sebuah cerita mengharukan di masa pemerintahan Jerman Timur yang kejam. Ada pemuda yang giat dalam pelayanan gereja. Suatu hari, aparat kom unis menciduknya dan setelah itu tidak ada kabar beritanya. Beberapa waktu kemudian, ada pemuda lain yang mengikuti ibadah di gereja itu. Ia dikenal sebagai ketua pemuda komunis. Tak ayal, kehadirannya membuat jemaat lain curiga. Pendeta menghampiri pemuda itu untuk menanyakan maksud kedatangannya. “Apakah Anda masih ingat pemuda dari gereja ini yang ditangkap pemerintah?” tanya pemuda itu. “Ya, tapi kami tidak tahu kabarnya lagi”, jawab pendeta.

“Saya melihat pemuda itu disiksa.” Kata ketua pemuda komunis itu, “tapi ia tidak membenci penyiksanya. Bahkan di masa-akhir hidupnya, tetap tidak membenci orang yang akan mem bunuhnya. la malah berbicara tentang Yesus Kristus, pengampunan dan kasih Allah.” Pemuda itu berkata Iagi, “Setelah melihat kematiannya, saya memutuskan bahwa apapun yang terjadi, saya akan belajar tentang Kristus dan kasih terhadap musuh yang menguatkan pemuda itu di akhir hidupnya.”

Kisah ini memperlihatkan bahwa sikap iman yang diper|ihatkan oleh aktivis gereja itulah yang menggugah perhatian ketua pemuda komunis dan membawanya pada keputusan pertobatan. Yesus pada ayat 39 mengajarkan untuk tidak melawan orang yang berbuat jahat kepada kita, melainkan bertindak sabar. Tindakan bersabar menjadi sebuah kesaksian iman yang dapat membawa orang lain kepada Yesus. Selanjutnya, dalam ayat 42, Yesus mengajar pengikut-Nya juga untuk mau berbagi dengan sesama, inipun adalah wujud tindakan kasih.

Bersabar dan rela berbagi menjadi 2 (dua) teladan tindakan kasih yang seharusnya menjadi gaya hidup kita sebagai anak-anak Tuhan. Selamat beristirahat saudaraku.

KJ.367: 6
Doa : (Ya Tuhanku, mampukanlahku untuk tetap bersabar menghadapi mereka yang menyakitiku dan mampukanku untuk berbagi dengan sesamaku)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *