Renungan SBU | Sabtu, 6 Februari 2016

Posted by on Feb 1, 2016 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Sabtu, 6 Februari 2016
SABTU, 6 FEBRUARI 2016

Matius 5:43-44

KASIH DAN DOAKANLAH

Konteks
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
SABTU, 6 FEBRUARI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ 434:1 -Berdoa
KASIH DAN DOAKANLAH

Matius 5:43-44
Tetapi Aku berkata kepadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (ay.44)

Pada suatu hari ada seorang laki-laki muda yang berjalan sangat jauh dari desa tempat tinggalnya menuju sebuah kota untuk menemui hakim kota itu dan memohon keringanan hukuman bagi seorang penjahat yang terkenal sangat kejam dan teiah melakukan banyak sekali kejahatan. Ketika sang hakim menerima laki-laki itu dan mendengarkan permohonannya, maka sang hakim berkata “Pasti orang ini adalah saudaramu yang sangat kaukasihi dan memiliki hubungan yang baik denganmu sehingga engkau rela untuk berjalan demikian jauh untuk memohon keringanan hukuman bagi dia”. Laki-laki itu pun menjawab sang hakim “Justru orang itu bukan saudara saya apalagi memiliki hubungan yang baik dengan saya. Malahan dia adalah orang yang selalu menyakiti saya dengan melakukan berbagai perbuatanjahat kepada saya” .

 

Sang hakim sangat heran dan bertanya mengapa ia mau melakukannya, dan laki-laki itu menjawab dengan tersenyum “Karena kasih Yesus dalam salah satu pengajaran-Nya kepada mereka yang mengikuti-Nya menegaskan salah satu wujud tindakan kasih pada sesama yaitu “…KasihiIah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. Maksud Yesus di sini adalah membenci kesaiahan yang dilakukannya dan mengasihinya dengancmemberi pengampunan bagi orang yang melakukan kejahatan itu. Dan salah satu bentuk mengasihi orang yang menyakiti kita adalah dengan berdoa bagi mereka. Dengan berdoa bukan hanya kita memohon pengampunan Tuhan bagi mereka tetapi juga kita akan memperoleh kekuatan untuk menghilangkan kebencian yang dapat timbul akibat perbuatan jahat yang dilakukan sesama kepada kita.

 

Saudaraku, mari masuki akhir pekanini dengan hati yang bersih dari berbagai rasa benci, dan berikan kasihmu bagi sesama.Tuhan besertamu.


KJ. 434 : 2
Doa : (Tuhan tolonglah diriku untuk dapat mengasihi mereka yang menyakitiku dan mampukanku untuk mendoakan mereka yang berbuat jahat kepadaku)


SABTU, 6 FEBRUARI 2016

Matius 5:45-48

MENGASIHI TANPA PAMRIH

Konteks
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

MINGGU IV SESUDAH EPIFANI
SABTU, 6 FEBRUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ 434:1 -Berdoa
MENGASIHI TANPA PAMRIH

Matius 5:45-48
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang manerbitkan mataharl bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar
dan orang yang tidak benar.”(ay. 45)

Ada sebuah lagu pop rohani yang dipopulerkan olehMaria Shandi & Jason berjudul “Mengampuni”, liriknya adalah sebagai berikut :

KETIKA HATIKU T”LAH DISAKITI
AJARKU MEMBERI HATI MENGAMPUNI
KETIKA HIDUPKU T”LAH DIHAKIMI
AJARKU MEMBERI HATI MENGASIHI

REFF:
AMPUNI BILA KAMI TAK MAMPU MENGAMPUNI
YANG BERSALAH KEPADA KAMI
SEPERTI HATI BAPA MENGAMPUNI
MENGASIHI TIADA PAMRIH

Lagu ini mengungkapkan kerinduan hati agar dapat melakukan tindakan kasih tanpa pamrih kepada siapapun termasuk kepada mereka yang telah menyakiti hati dan berbuat jahat kepada kita. Pertanyaannya adalah mengapa kita harus mengasihi sesama tanpa pamrih termasuk kepada mereka yang menyakiti kita?

Yesus memberikan jawaban, yaitu pada ayat 45 ” Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik
dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar`. Dalam ayat ini ditegaskan 2 hal yang penting:
1.Tuhan memelihara kehidupan setiap orang tanpa terkecuali. lni menjadi sebuah bukti bahwa kasih Tuhan yang tidak mengenal batasan apapun.
2. Karena Tuhan yang adalah Bapa kita memberikan kasih yang tiada terbatas, maka sebagai anak-anak-Nya juga harus mengasihi siapapun termasuk mereka yang menyakiti kita. ldentitas
sebagai anak Allah membuat kita bukan hanya menjadi ahli waris dari janji Keselamatan namun juga menempatkan kita pada tuntutan untuk mengasihi dengan kasih yang tanpa batas, misalnya dengan memberi maaf kepada orang yang menyakiti kita atau menolong orang yang berulang-kali menyakiti kita pada saat dia membutuhkan pertolongan.

Saudaraku, sebelum beristirahat, mari sejenak merenung perjalanan hari ini, jika ada yang membuat kita terluka, ampuni dan doakanlahgkarena engkau adalah anak Bapamu yang di Sorga.

KJ.434 : 2
Doa : (Tuhanku, mampukanlah diriku untuk mengasihi tanpa batas dan tanpa pamrih karena aku adalah anak-Mu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *