Renungan SBU | Minggu, 7 Februari 2016

Posted by on Feb 1, 2016 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Minggu, 7 Februari 2016
MINGGU, 7 FEBRUARI 2016

Lukas 11:1-4

HAL BERDOA

Konteks
Hal berdoa
11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” 11:2 Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. 11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya 11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”


MINGGU V SESUDAH EPIFANI
MINGGU, 7 FEBRUARI 2016
RENUNGAN PAGI
KJ 364:1,2 -Berdoa
HAL BERDOA

Lukas 11:1-4
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika la berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa,..” (ay.1)

Berdoa merupakan kebiasaan yang rutin dan teratur para Rabbi waktu itu. Mereka wajib mengajarkan kepada murid-muridnya suatu doa yang sederhana seperti yang pernah dilakukan Yohanes kepada muridnya. Karena itu ketika Tuhan Yesus selesai berdoa, seorang murid-Nya berkata : “Tuhan, ajarlah kami berdoa.” Yesus pun mengajarkan Doa Bapa Kami kepada murid-murid-Nya sebagaimana versi Lukas yang lebih pendek dari Matius. Doa Tuhan Yesus ini mengajarkan bagaimana dan apa yang patut didoakan.

Kita diajarkan berdoa berkaitan dengan percaya serta kebutuhan hidup sehari-hari yang praktis dan mendesak. Kita mendapat hak lstimewa memanggil Allah itu Bapa, seperti panggllan yang dipakai Yesus. Penyebutan Allah Bapa menunjuk kepada kemurahan dan kerelaan penuh seorang Bapa memenuhi kecukupan kebutuhan anak-anak-Nya. Serentak anak-anak-Nya dengan sukacita menggantungkan keyaklnannya hanya kepada Allah Bapanya atas kebutuhan primer umat manusia, yakni makanan setiap hari yang secukupnya serta mencukupi.

Di samping kebutuhan pokok sehari-hari, Yesus juga mengajarkan kita menjaga dan memelihara terus relasi antar sesama manusia. Dalam hal saling memaafkan serta mengampuni satu terhadap lainnya secara tulus dan tuntas. Bahkan Yesus mengingatkan akan pencobaan-pencobaan yang menguji kesetiaan dan integritas kita. Dengan berdoa sebagaimana yang telah diajarkan Tuhan Yesus menurut Lukas, maka secara religius dan praktis kita bisa melakukan doa setiap saat. Bahkan mengajarkan kita supaya berdoa tidak bertele-tele serta demonstratif. Karena perihal berdoa yang Tuhan Yesus ajarkan bagi kita begitu singkat, sederhana dan lugas. Sehingga jika kita belajar dan mengajar cara berdoa berdasar Nas Alkitab ini, perlu perhatikan pokok penting perihal berdoa. Ada beberapa pokok penting ketika kita berdoa.

Pertama, pengalamatan dari permohonan doa kita adalah Tuhan Allah yang kita sebut dan panggil Bapa. Kedua, permohonan doa berkaitan dengan kebutuhan pokok atau utama dalam hidup kita sehari-hari, yaitu makanan dan minuman (pangan). Ketiga, permintaan yang bertalian erat dengan sifat dan sikap atau karakter kita untuk saling mengampuni serta memaakan.

KJ.364: 3
Doa : (Ajar kami untuk selalu mengandalkan-Mu dalam segala peristiwa kehidupan sebab pertolofigan-Mu ajaib dan sempuma)


MINGGU, 7 FEBRUARI 2016

Lukas 11:5-13

MINTALAH

Konteks
11:5 Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, 11:6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; 11:7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. 11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. 11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? 11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? 11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

MINGGU V SESUDAH EPIFANI
MINGGU, 7 FEBRUARI 2016
RENUNGAN MALAM
KJ 453:1,2 -Berdoa
MINTALAH

Lukas 11:5-13
Oloh karana itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan menclapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (ay.9)

Pernahkah kita berpikir bahwa betapa besar risiko yang diambil Allah ketika memperbolehkan kita, manusia, meminta apa saja dengan jaminan bahwa kita akan menerima apa yang kita minta (ay. 10). Bagaimana jika kita meminta sesuatu yang baik tetapi untuk tujuan yang tidak terpuji? Bagaimana jika kita meminta sesuatu untuk memuaskan keinginan diri sendiri? Bagaimana jika kita meminta sesuatu yang buruk terjadi atas orang yang tidak kita sukai? Dengan memakai perkataan Yesus ini, banyak orang merengek-rengek kepada Tuhan meminta ini dan itu. Jadi, bagaimana seharusnya memahami perkataan Yesus ini?

Pada ay. 5-9, Yesus memakai hubungan sahabat sebagai dasar dikabulkannya permintaan. Jika kedua orang dalam ay. 5-9 saling memanggil ‘sahabat` satu kepada yang lain, berarti hubungan mereka sangat dekat. Orang yang meminta roti itu yakin bahwa sahabatnya tidak mungkin tidak menolong dan orang
yang memberikan roti itu yakin bahwa sahabatnya sedang dalam keadaaan yang membutuhkan. Pada ay. 11-13 Yesus memakai hubungan bapa – anak. Permintaan anak yang disebutkan Yesus adalah permintaan yang wajar (roti dan telur), bukan permintaan yang berlebihan. Permintaan yang wajar itu tidak mungkin dibalasnya dengan sesuatu yang membahayakan.

Dua hubungan yang ditampilkan Yesus, menolong kita mengerti bahwa doa kita pasti dijawab Tuhan selama kita berada dalam hubungan seakrab sahabat ataupun sedekat bapa-anak. Dalam hubungan seperti itu, kita sebagai ‘sahabat` mengetahui kasih Tuhan dalam menanggapi permintaan dan sebagai anak, kita pun mengerti permintaan apa yang dikabulkan Sang Bapa.

KJ.453: 3
Doa : (Kami bersyukur atas jawaban doa yang selalu kami dapatkan karena janji-Mu yang nyata dan tak berubah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *