Renungan SBU | Jumat, 05 Oktober 2018

Posted by on Oct 5, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Jumat, 05 Oktober 2018

MINGGU XVIII SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 5 OKTOBER 2018  .
Renungan Pagi
KJ.15 : 1,2 Berdoa

MEMANFAATKAN ORANG LAN UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN


2 Samuel 15: 10 – 12
” Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyakiah rakyat
yang memihak Absalom” (ay.’l2b)

Melanjutkan pembacaan Alkitab tadi malam, maka bahan bacaan pagi ini, hendak menegaskan maksud dan tujuan Absalom sebenarnya untuk pergi menuju Hebron, yaitu bukan untuk melakukan ibadah dengan benar, tapi memakai ibadah persembahan korban
itu guna mengumpulkan banyak orang dan kemudian mengumumkan Absalom sebagai Raja (ay.10). Absalom juga mengajak 200 orang pergi bersamanya dari Yerusalem tanpa mereka mengetahui dan sadar bahwa mereka dimanfaatkan oleh Absalom untuk memuluskan agenda politiknya yaitu ambisi menjadi raja Israel ( ay.11).

Absalom kemudian menggunakan kesempatan ibadah di Hebron itu dengan mengundang penasihat Raja Daud yaitu Ahitofel untuk berpihak kepadanya. (ay.12a). Jadi, kita melihat betapa kuatnya persepakatan gelap yang dibangun oleh Absalom, seperti yang
diungkapkan dalam ayat 12b: “DemikianIah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom”.

Absalom dengan jelas menampakkan cara yang keliru ketika memanfaatkan banyak orang untuk merealisasikan ambisi pribadinya yang jahat yaitu menjadi raja Israel dengan menggulingkan Raja Daud ayahnya sendiri dari tahkta kerajaan.

Menjalani hari yang baru ini, marilah kita mengisi hari yang Tuhan Yesus anugerahkan kepada kita dengan hati tulus dan murni yang nampak dalam sikap hidup yang jujur tanpa memanfaatkan orang lain untuk mendukung ambisi yang salah dan menuju pada perbuatan dosa yaitu kejahatan. Memang hidup ini banyak kepentingan-kepentingan pribadi yang harus kita penuhi dan wujudkan, namun jangan sampai demi kepentingan dan ambisi pribadi, kita memanfaatkan dan memanipulasi orang lain untuk melapangkan
ambisi kita tersebut. Selamat berjuang dan selamat menjalani hari ini dengan ketulusan dan kejujuran.

KJ.15:3
Doa : (Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk dapat mempraktekkan firman-Mu dengan mengasihi Tuhan dan sesama dengan tulus dan jujur)

 

JUMAT, 5 OKTOBER 2018  .
Renungan Malam
KJ.-446 : 1 –Berdoa

ARTI SEBUAH KESETIAAN

2 Samuel 15:13-23
” Tetapi ltai menjawab raja: “Demi Tuhan yang hidup, dan demi tuanku raja,dimana tuanku raja ada, baik hidup atau mati, disitu hambamu” (ay.21)

Orang yang setia, pasti dioari. Orang yang setia pasti disenangi. Orang yang setia pasti di kagumi dan juga disayang. Malam ini kita akan melihat kesetiaan seorang yang bernama Itai, pemimpin kelompok orang Gat yang dibuang dari kota itu dan menjual orang-orangnya kepada Raja Daud sebagai tentara Sewaan.

Ketika Daud harus meninggalkan Yerusalem karena ulah anaknya Absalom yang hendak menggulingkannya sebagai raja Israel, Itai dan orang-orangnya lkut pergi menyertai Daud. Tetapi Daud dalam ayat 19-20 berkata kepada Itai: “Mengapa pula engkau
berjalan beserta kami? Pulanglah dan tinggallah bersama raja, sebab engkau orang asing, lagipula engkau orang buangan dari tempat asalmu. Baru kemarin engkau datang, masakan pada hari ini aku akan membawa engkau mengembara bersama-sama kami padahal aku harus pergi entah kemana.

Pulanglah dan bawa juga saudara-saudaramu pulang : mudah-mudahan Tuhan menunjukkan kasih dan setia kepadamu”. Disini, Daud meminta Ital dan orang-orangnya kembali ke Yerusalem dan tinggal bersama raja Absalom, Karena masa depan mereka akan lebih baik dari pada mengikuti Daud yang pada saat itupun tidak tahu akan pergi kemana. Namun ternyata Itai sangat loyal dan menjawab secara halus serta bersahabat seperti yang diungkapkan dalam ayat 21. Loyalitas dan kesetiaan Itai ini di kemudian hari berhasil meyakinkan Daud untuk mempercayai Itai memimpin sepertiga pasukan Daud dalam peperangan melawan Absalom, seperti yang disebut dalamPasal 18:2. Saudara-
saudaraku, sebagal murid Kristus,marilah kita bertekad untuk menjadi orang yang setia dalam hidup ini. Amsal 19:22a berkata: “Sifat yang dinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya”.

Kita mengakui bahwa banyak sekali godaan dan tantangan untuk tetap hidup setia. Namun apapun yang terjadi, tetaplah setia dalam iman, dalam keluarga, dalam kehidupan bermasyarakat, maka hidup kita akan diberkati-Nya.

KJ.446:2
Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami untuk memiliki hidup yang berkualitas yaitu kesetiaan dalam segala waktu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *