Renungan SBU | Senin, 08 Oktober 2018

Posted by on Oct 8, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Senin, 08 Oktober 2018

MINGGU XIX SES. PENTAKOSTA
SENIN, 8 OKTOBER 2018
Renungan Pagi
GB.345 : 1 –Berdoa

BERDAMAI TIDAK BERARTI SEIRING-SEJALAN

Kejadian 33:12-17
Jadi pulangiah Esau pada hari itu berjalan ke Seir. Tetapi Yakub berangkat ke Sukot ….(ay 16-17)

Perdamaian yang tercipta antara pihak-pihak yang bertikai terkadang tidak berjalan mulus. Ada saja pihak yang mengkhianati ikrar dan syarat perdamaian yang sudah dicapai, yaitu dengan cara selalu berusaha mencari celah untuk menyulut konflik baru. Hal ‘ini selalu dilakukan oleh pihak yang menganggap diri lebih kuat kepada pihak yang lemah. Terlebih ketika pihak yang lemah selalu bergantung dan berlindung kepada pihak yang kuat.

Bacaan pagi ini menjelaskan bahwa ketika Esau menerima persembahan dari Yakub, Esau berjanji menyertai Yakub, sehingga mengajaknya berjalan bersama ke Seir (Edom). Namun, Yakub secara halus menolak tawaran Esau dengan alasan anak-anaknya dan juga ternaknya masih tidak kuat berjalan cepat. Esau pun menawarkan untuk meninggalkan orang-orangnya untuk mengawal Yakub dan rombongannya dalam perjalanan menuju Seir seperti dikatakan oleh Yakub (ay 14-15). Tetapi Yakub pun menolaknya karena menganggap sudah cukup ia telah mendapat kasih dari Esau dan telah berdamai dengan kakaknya itu. Jelas, bahwa Yakub tidak mau bergantung kepada Esau yang berjanji untuk melindungi selama perjalanan. Perdamaian yang sudah terjadi tidak berarti Yakub harus bersama dan beriring sejalan dengan Esau. Oleh karena itu, ketika Esau meninggalkan Yakub menuju ke kotanya, Seir, Yakub merubah arah. la tidak ke Seir, kota kakaknya, tetapi menuju dan beristirahat di Sukot (kota perlindungan). lnilah cara Yakub untuk merawat perdamaian.

Perdamaian yang sudah tercipta mesti kita jaga dan rawat dengan baik. Ada kalanya kita mengalah dan menjadi pihak yang lemah demi tercipta perdamaian. Tetapi tidak berarti kita harus bergantung; tidak juga mesti selalu seiring sejalan. Masing-masing kita punya tujuan sendiri. Lebih baik berjauhan tetapi tetap hidup damai, daripada bersama tetapi selalu ribut.

GB.345 : 2
Doa : (Tuhan, tunjukkan jalan terbaik untuk kami jalani dalamdamai)

SENIN, 8 OKTOBER 2018
Renungan Malam
KJ.18:1,2 –Berdoa

KEHADIRAN ALLAH MEMBAHARUI DAN MENDAMAIKAN

Kejadian 35:9-15
Firman Allah kepadanya: “Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu….(ay.10)

Dalam perjalanan hidup kita, tanpa disadari ada moment-moment khusus, di mana kita mengalami kehadiran Allah yang ajaib untuk menolong, memberkati dan menyertai hidup kita. Moment-moment khusus tersebut bukan saja saat kita berhasil, dan terus maju dalam langkah dan jalan hidup. Tetapi juga saat kita jatuh, gagal atau harus berbalik arah dalam jalan hidup kita. Terkadang kita
lalai untuk melihat dengan mata iman sehingga membiarkan moment-moment khusus itu lewat begitu saja tanpa makna. Padahal bisa saja pada moment tersebut, Tuhan ingin merubah dan membaharui kita atau mengulang janji berkat-Nya untuk kita dan anak cucu kita.

Dalam bacaan malam ini, kita membaca versi lain dari kisah Yakub kembali dari Padan-Aram menuju Kanan, khusus tentang tempat dan perubahan nama. Di versi lalu, Yakub diberi nama Israel
oleh malaikat Tuhan yang bergumul dengannya di sungai Yabok: Di versi bacaan ini, Allah sendiri memberi nama Israel kepada Yakub ketika Yakub kembali ke Betel dari Padan-Aram atas
perintah Allah (ay 1, 9-10). Allah juga mengulang janji berkat-Nya kepada Yakub untuk beranak cucu, menghasilkan bangsa dan suku-suku bangsa, raja-raja serta menduduki tanah Kanaan. Terhadap penampakkan Allah dan berkat yang diterimanya, Yakub membangun tugu peringatan serta meneguhkan kembali nama tempat itu Betel. Ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak tanda pengurapan tugu batu tersebut sebagai Bait Allah; tempat Allah menyatakan kehadiran-Nya.

Marilah mempersembahkan korban syukur kepada Tuhan atas kehadiran-Nya yang ajaib untuk menolong dan memberkati hidup kita sepanjang hari ini. Apakah kita berhasil dan terus berjalan
maju meraih masa depan; ataukah kita jatuh, gagal dan berbalik arah dalam hidup. Yakinlah, Tuhan mau merubah dan membaharui kita melalui setiap peristiwa yang kita alami.

KJ.18:3,4
Doa : (Tuhan, bentuk dan ubahlah kami sesuai rencana-Mu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *