Renungan SBP | Rabu, 10 Oktober 2018

Posted by on Oct 9, 2018 in GP - Gerakan Pemuda | 0 comments

Renungan SBP | Rabu, 10 Oktober 2018

MINGGU KE XIX SESUDAH PENTAKOSTA

Rabu, 10 Oktober 2018

 

Hati yang Penuh Belas Kasih

 Bacaan Alkitab : Kejadian 42:18-25

Maka Yusuf mengundurkan diri dari mereka, lalu menangis” (ayat 24)

 

Orang banyak mengatakan bahwa kalau menangis adalah tanda seseorang itu lemah. Tetapi apakah benar demikian? Tentu saja tidak. Menangis bukan berarti cengeng. Menangis merupakan ekspresi emosi manusia baik dalam keadaan sedih, marah, terharu maupun gembira. Menangis merupakan hal manusiawi sehingga tidak heran kalau Tuhan Yesus pun pernah menangis tatkala mendengar berita Lazarus meninggal dunia. Tetapi bukan berarti dalam merespon sesuatu kita harus selalu menangis.

Dalam pembacaan hari ini diceritakan bahwa Yusuf menangis. Mengapa ia menangis? Bukankah ia sedang berhadap-hadapan dengan saudara-saudaranya yang dulu pernah membuang dan menjualnya sebagai budak? Besar kemungkinan ia begitu terharu dapat berjumpa kembali dengan saudara-saudaranya. Ia terharu mendengar kabar tentang ayahnya dan adiknya Benyamin yang masih hidup. Hal ini menunjukkan bahwa hati Yusuf tidaklah dikuasai dengan dendam dan sakit hati atas perbuatan yang dilakukan saudara-saudaranya itu. Padahal, sebagai penguasa Mesir, ia bisa dengan begitu mudah untuk menghukum dan membalas kejahatan mereka. Hati Yusuf yang penuh dengan kebaikan dan belas kasih ini tentulah karena ia tetap menjaga kualitas relasinya dengan Allah sehingga dalam keadaan berkuasa sekalipun ia tidak dikuasai dengan kemarahan dan sakit hati.

Sobat muda, dunia akan indah jika memiliki banyak orang seperti Yusuf. Meski kita bukanlah dia tetapi kita dapat meneladani Yusuf. Hal tersebut dilandasi melalui mengisi hati dan pikiran kita dengan firman Tuhan yang berkuasa untuk menyejukkan dan memberikan ketenangan sehingga dengan kekuatan firmanNya itu kita semakin dibentuk dari hari ke hari. Kita memiliki hati yang luas dan lapang penuh dengan belas kasih. Dengan itu kita dapat hadir menjadi pembawa damai sejahtera kepada sesama.

 UNGKAPAN HIKMAT

Dalam hati yang penuh belas kasih tak ada ruang untuk benci apalagi dendam

 

DOA

Ya Tuhan anugerahkan kami hati yang penuh belas kasih sehingga kami mampu mengampuni orang yang bersalah kepada kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *