Renungan SBU | Rabu, 10 Oktober 2018

Posted by on Oct 10, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Rabu, 10 Oktober 2018

MINGGU XIX SES. PENTAKOSTA
RABU, 10 OKTOBER 2018
Renungan Pagi
GB.117 : 1,2 –Berdoa

BERBUAT BAIK KEPADA ORANG YANG BERSALAH

Kejadian 42: 18 – 25
Sesudah itu Yusuf memerintahkan bahwa tempat gandum mereka akan diisi dengan gandum dan bahwa uang mereka masing-masing akan dikembalikan…. (ay.25)

Ada banyak orang dipenjara; karena kesalahan, kejahatan yang dilakukannya, atau karena dijebak oleh orang lain. Masa pemenjaraan bisa lama (seumur hidup); bisa juga cepat. Tergantung jenis dan kadar kejahatan yang dilakukan serta keputusan hakim berdasarkan ketentuan hukum dalam proses pengadilan. Meski pun
kenyataannya bahwa keputusan hakim terkadang tidak sesuai rasa keadilan dan peri kemanusiaan Tujuan pemenjaraan sesungguhnya adalah untuk menimbulkan efekjera, sehingga pelaku sadar dan bertobat. Tentu, ada juga orang dipenjara dengan tujuan untuk mematikan karir politiknya karena dianggap saingan atau musuh.

Yusuf memenjarakan saudara-saudaranya selama tiga hari kemudian dibebaskan. Ia tidak punya alasan untuk berlama-lama menahan mereka. Pertama, mereka tidak bersalah karena bukan pengintai. Kedua, Yusuf memikirkan ayah dan adiknya serta kaum keluarganya di Kanaan yang sedang menanti kepulangan mereka
membawa bahan makanan. Ketiga, Yusuf ingin segera berjumpa dengan adiknya, Benyamin. Oleh karena itu, ia hanya menahan Simeon sebagai jaminan agar mereka kembali membawa Benyamin kepadanya. Penyesalan dan pengakuan atas apa yang telah mereka lakukan di masa lalu sudah cukup, dan hal itu membuat Yusuf terharu menangis. Sehingga diperintahkan untuk mengisi gandum, mengembalikan uang dan memberi bekal selama
di perjalanan dan disuruh mereka pulang ke Kanaan.

Ada banyak orang yang bersalah kepada kita; baik di masa lalu maupun masa kini. Tetapi yakinlah, bahwa karena kesalahan mereka itu, Tuhan telah menolong dan memberkati hidup kita. Oleh karena itu, jangan membalas dan menutup pintu berkat Tuhan bagi mereka. Prioritaskan kelanjutan kehidupan mereka dan seisi
keluarganya serta berbuat baiklah kepada mereka karena Tuhan percayakan tugas itu kepada kita.

GB.117 :4,7
Doa : (Tuhan, ajarlah kami untuk berbuat baik kepada sesama)

RABU, 10 OKTOBER 2018
Renungan Malam
KJ.402 : 1 –Berdoa

SUSAH HATI DAN MENYESAL TIADA GUNANYA

Kejadian 45 : 1 – 15
Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, Karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. (ay.5)

Kesalahan atau kejahatan masa lalu yang kita lakukan kepada seseorang, ketika kita masih kuat, tidak banyak memengaruhi pikiran dan hati. Kita pasti merasa nyaman dan menjalani kehidupan secara normal. Apalagi orang yang kita jahati tidak ketahuan lagi keberadaannya, seolah hilang ditelan bumi. Namun, suasana berubah, ketika tahu bahwa orang tersebut kini berdiri di hadapan kita sebagai penguasa. Pikiran dan hati kita pasti kacau, salah tingkah dan gelisah karena takut terhadap tindakan atau hukuman yang akan diberikan selanjutnya.

Pikiran dan hati saudara-saudara Yusuf sontak kacau dan gelisah, penuh ketakutan ketika Yusuf memperkenalkan dirinya disertai tangisan keras. Mereka semua belum bisa terima bahwa penguasa Mesir yang telah memberi ujian, tetapi sekaligus menolong mereka adalah Yusuf. Oleh karena itu, mereka semua diam
membisu dan gemetar, menanti hukuman apa yang akan dijatuhkan selanjutnya.

Pengampunan disertai rasa rindu yang tidak tertahankan untuk bersatu lagi sebagai saudara, membuat Yusuf menyuruh mereka semua mendekat. Ia menghibur dan menguatkan mereka. Melalui kejahatan mereka menjual Yusuf ke Mesir, tetapi Allah justeru mengangkat Yusuf sebagai penguasa untuk memelihara kehidupan ayahnya dan kaum keluarganya. Sambil menangis, Yusuf memeluk dan mencium Benyamin dan kakak-kakaknya. ia menyuruh mereka pulang untuk menceritakan kepada ayahnya, agar Yakub dan seluruh kaum keluarganya segera pindah dan tinggal di Mesir bersamanya.

Sebelum beranjak tidur, ampunilah lebih dulu orang yang bersalah kepada kita. Lihat dan pahami kesalahannya dalam terang rencana Tuhan yang dapat merubah segala hal yang buruk menjadi berkat yang indah dalam hidup kita, sehingga kita pun menjadi saluran berkat Tuhan bagi semua orang.

KJ.402 : 2,3
Doa : (Tuhan, mampukan kami ampuni orang yang bersalah kepada kami)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *