Renungan SBU | Kamis, 11 Oktober 2018

Posted by on Oct 11, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Kamis, 11 Oktober 2018

MINGGU XIX SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 11 OKTOBER 2018
Renungan Pagi
GB.115 : 1 Berdoa

DUKUNGAN P0SITIF, MENDAMAIKAN

Kejadian 45 : 16 – 20
Ketika dalam istana Firaun terdengar kabar, bahwa saudara-saudara Yusuf datang, hal itu diterima dengan baik oleh Firaun dan pegawai-pegawainya (ay.16)

Di zaman teknologi dan informasi yang semakin berkembang seperti sekarang ini, suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi di tempat tertutup, tersembunyi akan dengan cepat diketahui dan segera mendapat berbagai respon atau tanggapan masyarakat. Ada respon positif, setuju dan mendukung; ada juga respon negative atau menolak. Sebagai contoh, baru-baru ini terjadi bencana kemanusiaan yang menimpa anak-anak suku Asmat di Papua.
Sekitar 70-an anak meninggal Karena kurang gisi. Kejadian luar biasa tersebut segera diketahui dan mendapat respon positif; baik dari pemerintah pusat, daerah, lembaga-lembaga swasta, LSM, juga gereja. Berbagai bantuan, seperti tenaga medis, obat-obatan, bahan makan, pakaian dan segala kebutuhan dikirim ke lokasi
bencana. Tujuannya agar bencana kemanusiaan tersebut dapat segera teratasi.

Pertemuan Yusuf dengan saudara-saudaranya yang terjadi secara tertutup, segera tersebar dan diketahui oleh kalangan istana. Firaun dan para pegawai lainnya merespon secara positif pertemuan tersebut; bahkan mendukung maksud dan keinginan Yusuf untuk menjemput ayahnya dan segera pindah ke Mesir. Dukungan Firaun tampak melalui kesediaannya untuk memberikan apa yang paling baik di tanah Mesir kepada orang tua dan saudara-saudara dan seisi rumahnya; bahkan memberikan kereta dari tanah Mesir menjemput Yakub dan kaum keluarganya. Firaun dan para pegawai orang Mesir bersikap dan benindak demikian karena mereka telah
melihat dan mengalami sendiri peran Yusuf bagi istana, bahkan seluruh rakyat Mesir.

Mari berusaha agar setiap pertemuan dan percakapan kita di hari ini mengandung muatan rencana aksi yang tertuju kepada yang lain demi menghadirkan damai sejahtera. Sehingga jika pertemuan tersebut terinformasi ke khalayak ramai maka akan mendapat respon dan dukungan yang positif, baik dari banyak orang: penguasa, maupun masyarakat sekeliling kita.

GB.115 : 2
Doa : (Tuhan, tolong kami untuk berbuat baik agar banyak orangmendukung kami)

KAMIS, 11 OKTOBER 2018
Renungan Malam

JANGAN BERBANTAH-BANTAH Di JALAN

Kejadian 45:21-28
Kemudian ia melepas saudara-saudaranya serta berkata kepada mereka: “Janganlah berbantah-bantah di jalan”. (ay.24)

Mengapa terjadi berbagai kekacauan dan teror yang dilakukan kelompok atau pihak-pihak tertentu kepada pihak lain, penguasa atau pengambil keputusan, yang juga mengacam kehidupan masyarakat lain? Penyebabnya adalah perasaan iri dan dengki akibat ketidakadilan. Masyarakat setempat hidup miskin, lapar dan menderita. Sedangkan masyarakat pendatang hidup serba kecukupan, kenyang dan bahagia. Penguasa pemerintah serta para pengambil keputusan seolah tidak tanggap dan membiarkan situasi tidak adil tetap berlangsung dari tahun ke tahun. Mereka tidak berusaha untuk menyelesaikannya.

Yusuf melakukan seperti yang diperintahkan Firaun. Ia memberi kereta; bekal selama di jalan, keledai jantan dan betina, gandum dan roti serta makanan. Dalam hal perbekalan, Yusuf memberi kepada kakak-kakaknya, masing-masing sepotong pesalin dan kepada Benyamin lima potong pesalin ditambah 300 uang perak. Yusuf sadar bahwa pemberian dan pembagian yang tidak adil tersebut akan menjadi bahan perbantahan di antara mereka sepanjang jalan. Oleh karena itu, Yusuf mengingatkan mereka agar ‘jangan berbantah-bantah di jalan.‘ Mereka harus segera sampai di Kanaan untuk menyampaikan kabar tentang keadaan diri dan hidupnya di Mesir kepada ayahnya, Yakub. Mereka menaati pesan Yusuf. Tiba di Kanaan mereka menceritakan kepada Yakub. Meskipun awalnya Yakub tidak percaya, tetapi melihat kereta yang dikirim Yusuf untuk menjemputnya maka bangkit semangat Yakub dan bersiap pergi ke Mesir. la ingin melihat Yusuf sebelum mati.

Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus, kita sering mengalami ketidakadilanl diperlakukan tidak adil. Tetapi hal tersebut tidak boleh membuat kita saling berbantah-bantahan dalam hidup bersama. Sebaliknya, kita harus tetap fokus untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus melalui kata dan perbuatan di sepanjang perjalanan hidup kita.

GB.121 :2
Doa : (Tuhan, bimbing kami memberitakan berita keadilan dan kebenaran)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *