Renungan SBU | Selasa, 16 Oktober 2018

Posted by on Oct 16, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Selasa, 16 Oktober 2018

MINGGU XX SES. PENTAKOSTA
SELASA, 16 OKTOBER 2018
Renungan Pagi
KJ.249:1 –Berdoa

SEHATI SEPIKIR UNTUK MENCAPAI KEPENTINGAN BERSAMA

1Korintus1 :10 – 17
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan….(ay.10)

Seekor belalang yang melompat melintasi ladang tampak tak ada artinya. Namun ketika ia bergabung dengan yang lain, sekawanan belalang itu akan segera melahap semua tanaman yang mereka lewati. Hal seperti itulah yang pernah terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, sekitar bulan Juli 2016. Kawanan besar
belalang menyerang dengan potensi eskalasi ancaman yang sangat cepat, sehingga DPRD NTT meminta agar Pemerintah Provinsi NTT segera membentuk tim terpadu untuk mengatasi serangan hama belalang tersebut.

Kecenderungan hewan belalang seperti itu menjadi inspirasi untuk menggambarkan tentang kesatuan yang kuat, team yang kompak dan tangguh dalam mencapai kepentingan bersama. Belalang tidak putus asa jika menghadapi rintangan, belalang menghadapi rintangan dengan cara bekerja sama dengan teman-temannya, bahkan rela berkorban untuk teman-temannya. Bila belalang sampai ke sungai, ia berusaha untuk terbang melewati sungai itu. Jikalau arus angin tidak membawa kawanan belalang itu ke seberang, maka beribu-ribu belalang akan menjatuhkan diri ke dalam sungai, sehingga menjadi jembatan untuk belalang-belalang yang lain.

Menyikapi ancaman perpecahan dalam persekutuan jemaat di Korintus, rasul Paulus menasihati mereka dengan penuh kasih; dengan menyapa mereka sebagai saudara-saudara, agar bersatu dan sehati sepikir, jika tak ingin iman percaya mereka kepada Yesus Kristus menjadi sia-sia.

Kesatuan yang “Sehati sepikir” adalah kesatuan untuk memahami suatu kebenaran dengan akal budi (nous) dan ratio (gnome). Bagi Paulus, kebenaran itu adalah Kristus ; Nama yang telah mempersekutukan dan mempesatukan mereka dalam karya penebusan-Nya melalui salib dan kebangkitan-Nya (ayat 10 dan 17) . Belajar dari hewan Belalang, yang dengan kekompakannya bisa berhasil mewujudkan kepentingan mereka, tentu saja kita lebih bijak untuk memahami suatu kebenaran tentang Yesus Kristus, dengan menggunakan akal budi dan ratio kita…sehati sepikir dan bersatu dalam kepelbagaian yang ada.

KJ.249:3
Doa : (Yesus, arahkanlah kami untuk hidup dalam kesatuan hati dan pikiran)

SELASA, 16 OKTOBER 2018
Renungan Malam
KJ.39 : 1 –Berdoa

KESOMBONGAN DAN DAN KERENDAHAN HATI

1 Korintus 4:6 – 13
Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri…. (ay.6)

Suatu hari secara kebetulan seorang tua berbadan bungkuk bertemu dengan seorang pemuda berbadan tegap. Sang pemuda mengolok orang tua itu, katanya : “Mengapa anda tidak berjalan tegap seperti aku?. ltulah satu-satunya cara mencegah penuaan!”. Orang tua itu menatapnya dengan belas kasihan dan dengan ramah berkata : “Sahabat‘ mudaku, pernahkah kamu melihat lading padi dan memperhatikan bulir-bulir mana yang merunduk dan mana yang tegak lurus?. Jika kita mengamati saat panen hampir tiba, engkau akan melihat bahwa bulir-bulir yang kosong berdiri tegak dan tinggi. Tetapi bulir-bulir yang membuat panen berhasil adalah bulir-bulir yang berisi dan merunduk”. Sang pemuda itu mendengar semua yang dikatakan dan pergi sambil menundukkan kepala.

Dengan ramah dan penuh kasih, tetapi sekaligus ketegasan yang sangat simpatik, Paulus menegur dan mengkritisi sikap sombong sebagian jemaat Korintus, yang tentu saja dapat berpengaruh buruk bagi kehidupan berjemaat di Korintus. Mereka cenderung menjadi seperti “bulir-bufir padi yang tegak lurus dan tak layak dipanen”. Sebagai jemaat yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, mestinya mewartakan tentang Yesus secara benar. Yesus Kristus yang mereka imani adalah Yesus yang rendah hati dan dengan sikap demikian justru Dia telah menunjukkan kuasa-Nya yang menyelamatkan itu.

Paulus dalam pewartaan injil yang dilakukan, adalah perwujutan dari karakter Kristus yang rendah hati dan ramah, yang dalam pandangan dunia cenderung dianggap rendah, lemah dan sebuah kebodohan (ayat 11-13). Akan tetapi, keberhasilan pewartaan injil dengan mewujudkan karakter Kristus seperti itu, justru telah terbukti sangat membuahkan hasil. Tanggung jawab besar dan berharga yang dipercayakan Tuhan Yesus kepada kita adalah: mewartakan, menolong dan menyelamatkan orang lain. Rasul Paulus telah menjadi bukti tentang kehidupan Kristen yang berhasil.

KJ.39:3
Doa : (Ya Tuhan, kuasailah kami dengan hikmat-Mu dalam menjalani kehidupan kami yang terus mau berproses menjadi anak-anak-Mu yang rendah hati, agar dalam karya dan pelayanan kami semakin bertumbuh dan berbuah, menjadi berkat bagi dunia demi kemuliaan nama-Mu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *