Renungan SBU | Senin, 29 Oktober 2018

Posted by on Oct 29, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Senin, 29 Oktober 2018

MINGGU XXII SES. PENTAKOSTA
SENIN, 29 OKTOBER 2018
Renungan Pagi
KJ.64 : 1 –Berdoa

MENOPANG PEKERJAAN MISI

3 Yohanes 1:5-8
“Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran” (ay.8)

Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana, tidak ada larangan bagi orang untuk melakukan kebaikan, bahkan dianjurkan. Namun ada pasal yang melarang orang membantu orang lain melakukan suatu kejahatan. Perbuatan itu “sama dengan terlibat berbuat kejahatan dengan orang itu. ”

Dalam bacaan pagi ini, Penatua Yohanes memuji perbuatan seorang yang bernama Gayus, di Asia kecil. Ia membantu keperluan para pekabar injil. Menurut pesan Yesus, para pekabar injil tidak perlu bawa persediaan kecuali tongkat, sebab kemana mereka pergi, disitu orang percaya akan menopang mereka. Namun perjalanan misi itu belum membawa hasil dan mereka dalam kesulitan besar. Atas tuntunan Roh Kudus, mereka tiba di rumah Gayus dan ia melayani mereka, memberi tumpangan serta menyediakan kebutuhan bagi perjalanan mereka. Tidak jelas siapa Gayus ini. Kemungkinan ia seorang jemaat biasa yang sibuk dengan urusannya. Sikap beliau yang terbuka dan suka membantu, sama dengan turut ambil bagian dalam pekerjaan misi para pekabar
injil itu.

Kita patut meniru keterbukaan Gayus. Di zaman ini kita sibuk dengan urusan atau pekerjaan, tidak punya kesempatan melakukan misi. Dengan membuka hati dan membantu keperluan para hamba Kristus yang menjalankan tugas misi, kita sudah melakukan misi bersama mereka, dan upahnya sama seperti bagi mereka. Namanya tersurat dalam Kitab Kehidupan dan memiliki Kerajaan Sorga.

Berbahagialah saudara yang membuka hati dan peduli untuk menopang para hamba Kristus dalam misi, ia diberkati bersama mereka.

KJ.64 : 2
Doa : (Tuhan tolong saya membuka hati bagi pekerjaan misi)

MINGGU XXII SES. PENTAKOSTA
SENIN, 29 OKTOBER 2018
Renungan Malam
KJ.62 : 1,3 –Berdoa

SIKAP BERTOLAK BELAKANG

3 Yohanes 1:9-12
“Diotrefes  tidak mau mengakui kami,…Tentang Demetrius, semua orang memberi kesaksian yang baik” (ay.9,12)

Suatu kenyataan dalam hidup ini, banyak orang mengaku beragama, tetapi tidak semua orang beroleh iman untuk hidup dalam ketulusan kasih Tuhan. Ada Korah dkk yang menentang kepemimpinan Musa. Ada Yudas yang menjual Yesus, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dalam bacaan malam ini, Penatua Yohanes juga mengungkapkan hal itu. Para penginjii yang keliling Asia kecil dan singgah di rumah Gayus, mereka melaporkan situasi jemaat. Ada Diotrefes, yang menghasut umat agar menolak para hamba Kristus itu. Diotrefes ingin tampil sebagai pemimpin umat, tetapi bersikap sebagai provokator, tidak bersahabat, ia juga tidak memiliki kasih dan kelemah lembutan serta rasa persaudaraan terhadap para hamba Tuhan.

Penatua Yohanes mengatakan bahwa ia harus mem pertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan Tuhan dan umat-Nya. Di lain pihak, ada Demetrius yang sikapnya bertolak belakang dengan Diotrefes. Ia Iemah lembut, penuh kasih dan menyejukan hati para hamba Kristus itu. Demetrius mempunyai kesaksian yang sangat baik dan talenta sebagai pemimpin umat.

Banyak orang berambisi menjadi pemimpin, tetapi moral dan kepribadiannya bertolak belakang dengan kepemipinan. Terlebih kepemimpinan umat yang didasarkan pada pengakuan iman. Pemimpin harus bersikap lemah lembut, mengasihi dan bersahabat dengan siapapun, sebab pekerjaannya membawa umat kepada keselamatan dalam Yesus Kristus. Sikap kepemimpinan umat yang baik juga menentukan kesuksesan misinya.

KJ. 62 : 4,6
Doa : (Tuhan, tolong saya menghindari sifat egois dan kejahatan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *