Renungan SBU | Jumat, 01 November 2018

Posted by on Nov 2, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Jumat, 01 November 2018

MINGGU XXII SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 2 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ.387 : 1,3-Berdoa

TIDAK ADA LAGI PERBEDAAN

Efesus 2:11-17

“la datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat” (ay.17).

 

Banyak orang merindukan mendapatkan kesempatan memperoleh “Bedah Rumah” (sebuah acara di salah satu Stasiun TV).Rumah yang tidak layak huni, diubah menjadi layak huni, sehat dan sedap dipandang. Penyelenggara tidak pilih bulu yang bersifat primordial, tetapi meniadakan batas wilayah yang dekat dengan yang jauh (kelurahan, kecamatan bahkan provinsi). Bedah rumah mempersatukan orang yang beruntung untuk bersyukur kepada Tuhan.

Seperti bedah rumah itu meniadakan batas yang membedakan, demikian pula kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus, yang membawa damai sejahtera bagi orang yang jauh dan yang dekat. Melalui salib Ia telah meniadakan perbedaan dan mempersatukan semua dalam rahmat-Nya. Tidak ada lagi batas yang membedakan. Dalam Yesus Kristus semua mengenal satu Allah, bagi keselamatan yang sejati dan abadi.

Apabila ada orang yang mengaku mengenal Allah, tetapi memandang keselamatan hanya bagi mereka, itu artinya ia tidak paham kasih karunia Allah semesta alam. Allah adalah pencipta segala makluk dan segala bangsa, la memanggil semua orang untuk menerima keselamatan dan Ia membuka tangan-Nya bagi semua orang yang mau datang pada-Nya.

Dalam Roma 3:12-15, Paulus mengungkapkan :”Yang mengenal Taurat dan tidak mengenal Tauratakan dihakimi Allah menurut ukuran yang mereka yakini dan pegang. Segala bangsa yang melakukan kebenaranlah yang akan diselamatkan”

KJ.387:4,5
Doa : (Terima kasih Tuhan untuk rahmat-Mu yang ajaib bagi kami)

MINGGU XXII SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 2 NOVEMBER 2018
Renungan Malam
KJ.351 : 1,2 –Berdoa

HANYA SATU JALAN KE PADA BAPA

Efesus 2: 18 – 22
“… oleh Dia, kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa” (ay.18)

Kami dari Kota Bunga, mencari jalan keluar terdekat ke Jakarta untuk menghindari jalan yang biasa dan macet. Kami bertanya pada para sopir angkot dan mendapat petunjuk ke perkampungan Cipanas dulu, lalu cari jalan ke Jonggol, dekat saja. Dari Jonggol ke Jakarta tidak macet.

Ketika tiba di perkampungan Cipanas, kami kebingungan karena banyaknya jalur jalan ke segala arah, pilih yang mana? Kami bertanya terus sepanjang jalan, akhirnya kami dapat keluar ke Jonggol. Dalam waktu hampir satu jam kami tiba di Jakarta tanpa macet.

Dalam bacaan malam ini, Paulus mengungkapkan bahwa orang Yahudi mengklaim, sunat itu tanda perjanjian Allah dan jalan menuju sorga. Mereka menghina Orang Yunani yang tidak bersunat dan sebagai bangsa yang tidak mempunyai jaminan jalan ke sorga. Benarkah celoteh orang Yahudi itu ?

Paulus katakan bukan pada orang Yahudi ataupun Yunani, tetapi “Yesuslah jalan kepada Bapa di sorga”. Baik orang Yahudi maupun orang Yunani dipersatukan dalam Roh dan damai sejahtera-Nya untuk menuju Bapa di sorga. Di luar Dia tidak ada jalan kepada Bapa di sorga.

Di dunia ini berbagai aliran agama mengklaim bahwa banyak ialan menuju sorga. Jalan itu ada pada keyakinan setiap agama. Kalau benar demikian, Yesus tidak perlu bersabda : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak seorangpun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh.4:6). Sudan jelas, bahwa hanya ada satu jalan kepada Bapa di sorga yaitu melalui iman kepada Yesus Kristus. Kiranya iman kita tidak goncang di tengah konflik kebenaran berbagai agama.

KJ.351:3
Doa : (Sungguh ajaib jalan ke Sorga-Mu Tuhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *