Renungan SBU | Kamis, 08 November 2018

Posted by on Nov 8, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Kamis, 08 November 2018

MINGGU XXlll SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 8 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ.426:1 –Berdoa

PEMBAWA PESAN TUHAN

Daniel 5:1-12
“Karena pada orang itu terdapat roh yang Iuar biasa dan pengetahuan dan akal budi…” (ay.12)

Belsyazar raja Babel hidup dalam pesta pora dan kemabukan. Raja berpesta adalah wajar, tetapi menjadi tidak wajar bila berpesta pora dan mabuk-mabukkan dengan mempergunakan perkakas Rumah Tuhan. Perkakas diambil dari Bait Suci di Yerusalem oleh Nebukadnezar, ayah Belsyazar, sebagai rampasan perang, ketika Israel ditaklukkan bangsa Babel dalam peperangan. Dengan dibawanya perkakas Rumah Tuhan ke Babel, ini menjadi simbol kekalahan Israel atas Babel. Apa yang dilakukan Belsyazar adalah suatu kekejian dan pelecehan terhadap Tuhan. Belsyazar dihukum Tuhan karena kejahatannya. Penghukuman terhadap Belsyazar diberitahukan melalui tulisan pada dinding istana.

Di saat raja sedang berpesta, “Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu” (ay.5). Reaksi raja ditulis demikian, “Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi
pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukkan” (ay.6). Dalam ketakutannya yang luar biasa raja meminta supaya semua orang bijaksana di Babel dapat memberitahukan kepadanya apa arti tulisan tersebut, tetapi tidak seorangpun dapat rnengartikannya. Diberitahukan kepada raja bahwa di Babel ada seorang yang
memiliki roh yang luar biasa, pengetahuan dan akal budi. Orang itu dapat menerangkan arti mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan. Namanya Daniel. Daniel dipanggil raja untuk memberitahukan kepadanya makna dari tulisan pada dinding istana. Hanya Daniel yang dapat mengartikan tulisan itu, karena Roh Allah ada padanya.

Tidak seorangpun dapat mengetahui rahasia Allah. Allah terlalu luar biasa besarnya untuk dapat dengan mudah dipahami manusia. Namun, jika Tuhan berkenan atas seseorang maka melalui penelongan Roh-Nya manusia dapat menyelami rahasia Allah.

KJ.426 : 4
Doa : (Ya Tuhan, layakkanlah kami bagi-Mu dan pakailah hidup kami menyatakan maksud-Mu bagi dunia ini)

MINGGU XXlll SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 8 NOVEMBER 2018
Renungan Malam
GB.52 : 1 –Berdoa

TINGGI HATI AKAN BINASA

Daniel 5:13-30
“…ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka la dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya” (ay.20)

Peristiwa di istana raja Babel, siapakah yang dapat mengartikan lulisan pada dinding istana raja? Tidak ada! Semua orang bijaksana di Babel mencoba membaca dan mengartikannya, namun gagal. Tingkat kemampuan manusia memang sangat terbatas untuk mengerti rahasia Allah. Rahasia Allah hanya dapat dimengerti jika Allah berkenan atasnya. Daniel, orang buangan dari tanah Yehuda, seorang yang penuh Roh Allah dan hikrnat yang luar biasa, diperkenankan Tuhan mengartikan tulisan pada dinding istana. Daniel ditugaskan untuk menyampaikan apa yang menjadi rencana Tuhan bagi Belsyazar.

Belsyazar mau memberi hadiah bagi Daniel jika ia dapat menjelaskan arti tulisan tersebut. Daniel menolak, karena apa yang ia lakukan bukan karena perintah raja, tetapi karena Tuhan menugaskannya. Arti tulisan tersebut adalah kematian Belsyazar, karena perbuatan jahatnya, “Dan inilah makna perkataan itu: Mene : masa
pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapat terlalu ringan; Peres: Kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia” (ay.25-28). Tuhan memberikan kekuasaan, kebesaran dan kemuliaan bagi Belsyazar sebagai seorang raja. Hal yang sama Tuhan berikan kepada ayahnya Nebukadnezar. Sebagaimana ayahnya yang jahat dan dihukum mati, Belsyazar tidak belajar dari ayahnya, ia juga berlaku lebih jahat. Belsyazar tinggi hati, keras kepala dan berlaku angkuh untuk mengaku dan berlobat, maka ia pun mendapat penghukuman dari Tuhan.

Tiga hal yang tidak boleh ada dalam kehidupan orang percaya, tinggi hati, keras kepala (bebal) dan angkuh, karena ketiga sifat yang buruk itu akan sangat memengaruhi kehidupan, kita akan menjadi seorang yang tidak berkenan bagi Tuhan. Sebaliknya, rendah hati dan mau dengar-dengar terhadap firman Tuhan akan membuat kita menjadi orang yang bijak menjalani kehidupan. Kita perlu didikan dan teguran Tuhan ketika kita telah berbuat jahat.

Mengaku di hadapan Tuhan untuk kejahatan yang sudah kita lakukan, bertobat, dipulihkan Tuhan dan hidup benar, sesuai maksud Tuhan.

GB.52 : 3
Doa : (Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup dalam kerendahan hati supaya kami tidak binasa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *