Renungan SBU | Senin, 25 November 2018

Posted by on Nov 26, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Senin, 25 November 2018

MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ.27: 1,2-Berdoa

JANGAN SIA-SIAKAN ANUGERAH TUHAN

1 Petrus1:13-16
“Sebab itu siapkalah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu……” (ay. 13)

Rasul Petrus menasihati orang percaya untuk mengatur dengan benar hati dan pikirannya (siapkanlah akal budimu), waspada atau menahan diri serta mendorong diri sendiri untuk mengerahkan segenap kekuatan melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan, berdasarkan anugerah Yesus Kristus. la juga menegaskan pentingnya hidup sebagai anak-anak yang taat, tidak boleh menuruti hawa nafsu yang menguasai pada waktu kebodohan. Karena Allah adalah Allah Kudus, maka dalam memanggil orang berdosa ajakan yang kuat kepada orang berdosa adalah untuk hidup kudus karena Allah yang memanggilnya Allah yang kudus.

Hidup yang sebenarnya kita jalani rnesti dipahami dan dimengerti sebagai sebuah pengharapan sebab dalam peng harapan kita mengerjakan sesuatu yang berguna untuk hidup kita sendiri paling tidak, tetapi sebagai orang percaya kita terpanggil untuk mengerjakan kebaikan karena Tuhan telah terlebih dahulu memberikan kebaikan kepada kita. Semua orang percaya akan diuji kemurnian imannya sehingga memperoleh puji-pujlan dan kemuliaan dan kehormatan (1 Pet 1:7).

Tujuan orang percaya hidup kudus karena ia tidak mau menyia-nyiakan penebusan Kristus yang sudah dianugerahkan. Kalau kita masih hidup sembarangan dalam dosa maka sama saja dengan kita menghina dan menyangkali karya Yesus Kristus di kayu salib. Jika demikian karena sudah terlebih dahulu menerima anugerah keselamatan di dalam Yesus, maka hidup kudus merupakan ucapan syukur dan terima kasih atas kasih dan kebaikan Tuhan. Respon orang percaya atas kasih Allah yang besar bagi manusia yang bertobat dan berkomitmen hidup sesuai kehendak Allah. Komitmen hidup dalam kekudusan merupakan kesaksian nyata dari anak-anak Tuhan. Jangan sia-siakan hidup dengan perbuatan yang memalukan.

KJ.27: 3,4
Doa : (Sadarkan kami Tuhan untuk menggunakan hari-hari kehidupan ini dengan benar dan bertanggungjawab)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Renungan Malam
GB.245 : 1 –Berdoa

HIDUP ADALAH UCAPAN SYU KUR

1 Petrus 1:17-25
“Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, ………… ..” (ay.17)

Disini Petrus menegaskan bahwa orang percaya mengakui Allah yang Mahabesar sebagai Bapa dan Hakim harus hidup dalam takut akan Dia selama menumpang di dunia ini. Kalau ayat 17 alasan pertama, maka ayat 18-19 adalah alasan kedua, bahwa orang percaya telah ditebus bukan dengan barang yang fana bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus.

Setelah menyebutkan harga penebusan, Rasul Petrus melanjutkan dengan berbicara tentang kasih persaudaraan. Menjalin kasih persaudaraan adalah merupakan kewajiban semua orang Kristen untuk mengasihi satu sama lain dengan tulus dan sungguh-sungguh. Hidup yang demikian adalah karena kelahiran kembali yang terjadi sehingga menciptakan hubungan yang baru dan dekat satu sama lain. Firman Allah adalah sarana agung pembaharuan diri atau kelahiran kembali.

Ada pepatah atau peribahasa yang mengatakan “Karena nila setitik rusak susu sebelanga”, dalam pengertian rohaninya seperti ini: kekudusan hidup seseorang bisa dinodai dengan satu perbuatan dosa yang sewaktu-waktu dilakukanl. Seorang anak Tuhan, ia masih bisa jatuh ke dalam dosa karena tidak taat atau tidak waspada. Dengan memahami dan menerapkan kasih Tuhan akan mencegah kita untuk memanfaatkan orang lain demi kepentingan, kepuasan, dan keegoisan diri kita sendiri. Kasih Tuhan seharusnya mendorong umat Tuhan membuang segala dosa yang menyakiti hati Tuhan maupun sesama manusia.

Alkitab adalah sumber kekuatan bagi orang Kristen untuk dapat tetap hidup kudus karena Firman Tuhan itu kekal sampai selama-lamanya,tidak berubah dan sekaligus menjadi sumber yang tidak habis-habisnya mengisi kehidupan orang-orang percaya (ay 24-25). Masalahnya apakah Alkitab menjadi makanan yang selalu kita cari?

GB.245 : 2
Doa : (Bimbing kami ya Tuhan untuk memperhatikan hidup yang sesuai kehendak-Mu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *