Renungan SBU | Selasa, 04 Desember 2018

Posted by on Dec 4, 2018 in Sabda Bina Umat | 0 comments

Renungan SBU | Selasa, 04 Desember 2018

MINGGU ADVEN I
SELASA, 4 DESEMEIER 2018
Renungan Pagi
KJ.279 : 1,2 –Berdoa

TETAP SEGAR DI MUSIM KERING

Yeremia 14:1-6
Firman TUHAN yang datang kepada Yeremia mengenai musim kering (ay.1)

Di Indonesia mengalami dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Peristiwa yang biasanya selalu terjadi di saat musim kemarau adalah kekeringan sehingga di daerah-daarah tertantu mengalami kesulitan air bersih, kebakaran hutan, polusi asap dan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). ‘Di musim panghujan, biasanya di sana-sini sering terjadi banjir dan tanah longsor.

Kekeringan pada saat musim kemarau adalah hal yang biasa di daerah tropis seperti Indonesia. Masalah muncul ketika ada oknum yang tidak bertanggungjawab membuang puntung rokok dilahan gambut yang kering, atau dengan sengaja membakar lahan untuk mempersiapkan lahan pertanian atau perkebunan maka dapat menimbulkan kebakaran hutan.

Kekeringan tidak hanya terjadi pada lahan tanah. Kekeringan juga bisa terjadi dan dirasakan oieh jiwa dan rohani manusia, Manusia bisa saja menjalani kehidupan di tanah yang kering, atas kehidupan yang sulit dan penuh pergumulan. Namun Tuhan adalah sumber air kehidupan yang mampu menyegarkan dan menguatkan
bagi umat yang parcaya. Firman Tuhan yang akan menyegarkan hati yang kering dan haus, sahingga mampu memiliki hati dan jiwa yang segar untuk menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan dan kesulitan. Ia tidak berhenti menghasilkan buah meskipun ada di tahun kering (Yer. 17:8)

KJ.279:3,4  .
Doa : (Tuhan berikan kami hati yang terus disegarkan oleh firman-Mu agar kami mampu menghadapi keringnya kehidupan di sekitar kami)

SELASA, 4 DESEMEIER 2018
Renungan Malam
GB.117:1,2 –Berdoa

PERTOBATAN SEJATI

Yeremia 14:7-9
Sekalipun kesalahan-kesaiahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah mernbela kami, ya TUHAN. oleh Karena nama-Mu! Sebab banyak kemurtadan kami, kami telah berdosa kepada-Mu. (ay.7)

Perikop ini berisi doa syafaat Yerernia mewakili umat Yehuda dan jawab Allah terhadap doa tersebut. Bencana kekeringan tersebut telah menghancurkan kota, tanah pertanian, pegunungan, manusia, hewan, orang besar, rakyat jelata, semua menanggung akibat parah kekeringan tersebut (5-6). Meski setelah mendengar
tentang ancaman kekeringan berat ini pun, Yehuda tetap saja mengeraskan hati.

Andaikan Yehuda mengakui dosa-dosa mereka dan memohon ampunan tentu mereka akan beroleh belas kasihan Allah. Oleh Karena mereka tidak melakukan itu, Yerernia bertindak mewakili bangsanya mengakui dosa, memohon ampun, bersyafaat (7-9). Yeremia telah mengingatkan, menegor, berdoa dan menanti Tuhan, namun berbeda dengan para nabi palsu. Mereka meninabobokan Yehuda dengan doa-doa bahwa Tuhan memberi damai tanpa mereka harus bertobat. Para nabi dan negarawan seperti itu hanya ingin menyenangkan hati umat dan beroleh untung bukan rnenyampaikan pesan Tuhan dengan segala resikonya.

Tuhan, melalui firman-Nya berkehendak menegor dan menyelamatkan umat-Nya. Umat Allah yang mernbuka dirinya, mampu merendahkan hatinya dan tidak hanya mau mendengar yang menyenangkan dirinya saja. Misalnya : hidup berkelimpahan tanpa susah payah; berkat tanpa perjuangan; keberhasilan tanpa penderitaan. Allah ingin membentuk kehidupan kita dalam ketaatan, ketabahan, dan perjuangan rnelalui kehidupan yang benar. Tuhan ingin umatnya terus berjuang bersama Tuhan Yesus dengan berirnan sungguh-sungguh. Sebab ujian terhadap imannya akan menghasilkan ketekunan (Yakobus 1: 3-4)

GB.117:3
Doa : (Tuhan berikan kami hati yang terbuka untuk menerima tegoran dari firman-Mu dan tidak mengeraskan hati, agar layak bagimu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *