Sejarah

gpib_bahtera_hayat_batam

 

PEMINDAHAN GEREJA DAN JEMAAT (1991)

Seiring dengan perkembangan Pulau Batam sebagai daerah industri, salah satu target yang akan dijadikan sebagai kawasan Industri Kabil Estate adalah daerah Kabil yang meliputi lokasi pemukiman penduduk dan gedung gereja. Dengan demikian seluruh penduduk dan gedung gereja akan dipindahkan ke lokasi yang sudah disediakan yaitu Kavling Kabil Jalan Sempurna Batu Aji Lama, Kecamatan Sagulung, kelurahan Sei Beduk, Kota Batam.

Adapun data-data jemaat yang terdaftar di dalam administrasi gereja pada saat itu adalah sebagai berikut :

  1. Kel. Budiman Karokaro Sukapiring (+)
  2. Kel. Ibu Kadeni
  3. Kel. S. Pasaribu
  4. Kel. Waliwangko
  5. Kel. Ramona Ginting
  6. Kel. W. Sidabutar
  7. Kel. Daud Walewangko
  8. Kel. Jefry Kalalo
  9. Kel. Simorangkir
  10. Kel. L. Nainggolan
  11. Kel. Hotison Tarigan
  12. Kel. Weddy Sabar Sitohang
  13. Kel. Butar-butar
  14. Kel. Benyamin Witak

Dan pemuda sebagai berikut :

  1. Sdr. Jhon Pasaribu (+)
  2. Sdri. Elisa Simorangkir
  3. Sdr. Sanggam Pasaribu
  4. Sdr. Nainggolan

Selanjutnya penatalayanan Jemaat Pospel Bahtera Hayat Kabil diatur oleh Pengurus Harian Majelis Jemaat GPIB Immanuel Batu Ampar Batam yang secara teratur dan terpadu dilayani oleh petugas pelayan bersama para vikaris yang ditempatkan di GPIB Immanuel Batu Ampar Batam.

PERSIAPAN PENDEWASAAN DAN PELEMBAGAAN WIPEL BATU AJI (1999)

Sesuai dengan prospek dan perkembangan Pulau Batam yang diiringi dengan perkembangan jemaat di wilayah pelayanan Batu Aji, maka pendewasaan dan pelembagaan WIPEL Batu Aji dimasukkan ke dalam Program Kerja Majelis Jemaat GPIB Immanuel Batu Ampar Batam. Adapun WIPEL Batu Aji pada saat itu meliputi 3 pos pelayanan yang terdiri dan 5 sektor pelayanan.

Sektor 1. Meliputi daerah kavling Batu Aji Lama dan sekitarnya

Sektor 2. Meliputi daerah Base Camp, Sagulung Baru, Tanjung Uncang dan daerah sekitarnya

Sektor 3. Meliputi daerah kavling Batu Aji Baru dan sekitarnya

Sektor 4. Meliputi daerah Mukakuning Indah I/II, Pemda I/II, MKGR, RKT dan sekitarnya

Sektor 5. Meliputi daerah Tembesi dan sekitarnya.

Dengan total jiwa 1036 yang terdiri dari 286 KK, Warga Sidi 642 jiwa dan anak-anak 394 jiwa.

Sebagai implementasi dari Program Majelis Jemaat GPIB Immanuel Batu Ampar Batam, maka dimulailah pembentukan Panitia Pendewasaan dan Pelembagaan WIPEL Batu Aji yang merupakan hasil pertemuan Majelis Jemaat dengan warga Sidi Jemaat tertanggal 22 Agustus 1999 yang menetapkan susunan Panitia Persiapan Pendewasaan dan Pelembagaan WIPEL Batu Aji Jemaat GPIB Immanuel Batu Ampar Batam, yang dilampirkan dengan Pedoman Pelaksanaan Persiapan Pendewasaan dan Pelembagaan Jemaat. Dan oleh karena sesuatu hal Surat Keputusan ini diperpanjang dengan masa tugas dengan diterbitkannya Surat Keputusan Majelis Sinode Nomor : 0235/01/MS.XVII/KPTS tertanggal 4 April 2001.

Pada awal berdirinya wiliayah pelayanan Batu Aji hanya berada di kawasan Kavling Batu Aji Lama yang merupakan pindahan dari Kabil. Tidak lama kemudian menyusul Kavling Batu Aji Baru yang merupakan jemaat pindahan dari Kampung Seraya, Teluk Jodoh dan Sei Tering, maka atas kehendak Tuhan dibangunlah gereja dengan nama GPIB Immanuel Batu Ampar Batam Pos Pelayanan Petra.

Dan selanjutnya dengan bertambahnya jumlah jemaat di wilayah pelayanan Batu Aji dan sesuai dengan kerinduan jemaat yang bertempat tinggal di sekitar Base Camp (Belakang SPBU) maka dibangunlah sebuah gereja dengan nama GPIB Immanuel Batu Ampar Pos Pelayanan Betlehem.

RENOVASI GEDUNG GEREJA GPIB BAHTERA HAYAT KAVLING LAMA BATU AJI BATAM (2001)

Diawali dengan laporan dari Panitia Persiapan Pendewasaan dan Pelembagaan WIPEL Batu Aji tertanggal 4 Maret 2001 ke Majelis Sinode melalui Majelis Jemaat GPIB Immanuel Batu Ampar Batam tentang telah tercapainya syarat-syarat Jemaat GPIB Immanuel Batu Ampar Batam Pospel Bahtera Hayat Kavling Batu Aji Lama untuk dilembagakan menjadi jemaat yang mandiri, dan hanya tinggal 1 (satu) syarat yang belum terpenuhi, yaitu “ADANYA TEMPAT IBADAH YANG MEMADAI”. Maka terbitlah Surat Keputusan Sinode Nomor : 0840/X-01/MS-XVII/KPTS tertanggal 12 Oktober 2001, tentang penetapan Panitia Pembangunan berikut tugas-tugas yang dikerjakan.

Maka berdasarkan SK tersebut panitia mulai bekerja dengan rencana Pembangunan Gereja yang berukuran 24 meter x 14 meter. Pembangunan fisik gedung gereja selesai pada tanggal 6 Mei 2003 dengan menelan biaya sebesar Rp. 567.897.441.

PELEMBAGAAN (2003)

Dengan rekomendasi dari GPIB Immanuel Batu Ampar Batam, maka Majelis Sinode mengeluarkan Surat Keputusan nomor : 3070/03/MS/XVII/KPTS tentang pelembagaan WIPEL Batu Aji Jemaat GPIB Immanuel Batu Ampar Batam menjadi jemaat yang ke 257 dengan nama “Jemaat GPIB Bahtera Hayat Kavling Lama Batu Aji Batam” denga batas wilayah sebagai berikut :

  1. Disebelah Barat berbatasan dengan wilayah pelayanan GPIB Zebulon Sekupang, Batam
  2. Disebelah Utara dan Timur berbatasan dengan GPIB Immanuel Batu Ampar Batam

Dengan dikeluarkannya SK tersebut, pada tanggal 26 Oktober 2003 GPIB Bahtera Hayat Kavling Lama Batu Aji Batam resmi dilembagakan dan ditahbiskan oleh Ketua Majelis Sinode GPIB Pdt. RA Waney, M. Th dan Sekretaris Umum GPIB Pdt. C. Wairata, M. Th.

GEDUNG GEREJA GPIB BAHTERA HAYAT BATAM

SETELAH PELEMBAGAAN

 

PENUTUP

Melalui tulisan ini kita dapat mengatakan bahwa pada hakikatnya gereja bukanlah sebuah organisasi, melainkan organisme yang hidup dihadapan Tuhan yang hidup, dipanggil dan dilengkapi untuk melayani. “Tetapi kepada tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” (I Korintus 12:7)

Dengan demikian sepatutnyalah tiap anggota jemaat memanfaatkan karunia yang dimilikinya untuk saling melayani dengan penuh sukacita, bukan karena terpaksa. Melalui pelayanan yang demikian ini pastilah masing-masing pribadi maupun jemaat secara keseluruhan dapat bertumbuh menuju kedewasaan iman sehingga orang lain datang dan mengenal Yesus Kristus melalui persekutuan di Jemaat GPIB Bahtera Hayat Batam.